SUGITO, PENANGKAR BENIH SUKSES DARI BINANGUN BLITAR
Jatuh bangun sebagai petani bukan sesuatu yang baru, Sugito telah mengalaminya sejak tahun 1980 yang memang berangkat dari petani kecil yang tidak memiliki sawah luas seperti umumnya petani petani lain di desanya. Karena keuletannya, sekarang dia dianugrahi penghargaan sebagai penangkar benih berprestasi pada Pekan Kedelai Nasional (PKN) di Balitkabi, Malang, Jawa Timur, belum lama ini.
Mulanya, Sugito menggarap 0,5 hektar sawah yang ditanami jagung dan padi, maklum di desanya masih mengandalkan air tadah hujan. Karena minimnya air pengairan di wilayah Binangun Blitar, petani harus pandai pandai memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan.
Menyadari soal itu, Sugito dengan segala tekat dan keberaniannya mencoba mencari terobosan dengan mendekat pada para petani sukses, KTNA, bahkan berdiskusi dengan penyuluh dan peneliti untuk mendapatkan tambahan wawasan baru.
Penangkar Benih
Sugito sudah berkali kali mengikuti pelatihan penangkar benih, baik oleh swasta atau Pemerintah. Dengan demikian ilmu yang didapat sudah bisa sebagai bekal terjun di dunia penangkar benih.
Kendala yang dihadapi oleh para petani di daerah Binangun mungkin agak berbeda dengan petani daerah lain, di seputaran Kecamatan Binangun Blitar memiliki musim yang agak unik, sering curah hujan melampaui batas kewajaran akibatnya petani yang sudah menyiapkan kedelai bisa gagal tanam.
Sementara untuk pola tanam di wilayah Binangun dikenal pola tanam tumpangsari, dimana tanaman jagung umur 45 hari diselingi tanaman cabe, sedang pada saat tanaman jagung umur 95-100 hari (menjelang panen) ditanami kedelai.
Pola tanam tumpangsari inilah yang sekarang berjalan secara turun temurun, karena masih melakukan cara tradisional produksi kedelai petani belum optimal.
Diakui oleh Sugito, walau produksi kedelai tergolong rendah, masih berkisar di bawah 1 ton/hektar, pola tanam tumpangsari masih sangat menguntungkan.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
Arsip
- Pembina Gapoktan dan Kelompok Tani Aktif Melakukan Penyuluhan
- TANAM JAMBU MERAH HIDUPNYA CERAH
- H. SUTAJID, JUTAWAN BELIMBING DARI TUBAN - Merintis Penanaman Belimbing Karena Kondisi Lahan Kurang Produktif
- SUNARTO PETANI JAMUR DARI BUDURAN SIDOARJO, Jamur Tiram Putih Menjadi Produk Unggulan Warga
- Anggaran Pembangunan Pertanian Perlu Ditingkatkan di Pusat maupun di Daerah
- Arsip Lainnya...


