Update : Senin, 26/07/2010
 
Kontak Tani

Khaerul, Petani Benih Padi dari Subang

MEMBINA PETANI PENANGKAR BENIH MELALUI KEMITRAAN

Hidup tenang dengan keluarga di desa dengan menggeluti bidang pertanian tampaknya lebih nyaman, ketimbang berupaya di perkotaan dengan berbagai macam usaha. Ibukota ternyata lebih kejam daripada ibu tiri, sebab jika tidak memiliki keterampilan atau keahlian tertentu akan menghadapi persaingan dengan tenaga kerja. Apalagi di era globalisasi sekarang di mana semua pihak akan dituntut kompetensi atau keahlian yang dimiliki.

Hal ini pernah dialami oleh Khaerul pemuda dari Desa Pusaka Jaya, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pada waktu yang lalu seusai memperoleh pendidikan SMA berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib bekerja di bidang ekspor dan impor selama tiga tahun dan perusahaan pestisida, tetapi tidak memperoleh kebahagiaan atau ketenangan bathin, karena memang sebagai karyawan.

Kembali ke Desa
Oleh karena itu dengan berbekal pengalaman bekerja di perusahaan impor/ekspor dan pestisida dirinya kembali ke kampung untuk menggarap lahan pertanian. ”Kami memang sejak kecil dididik oleh orang tua sebagai petani, sehingga waktu pemuda menjadi remaja tani, dan sekarang menekuni bidang pertanian, khususnya penangkaran benih”, kata Khaerul kepada ”Sinar Tani” di sela-sela kesibukannya mengurus kegiatan kemitraan usaha pembinaan kelompok tani baru-baru ini.

Menurut bapak dari 2 orang anak dari seorang isteri yang disayangi, bahwa kegiatan kemitraan dengan kelompok tani secara riil dilakukan untuk saling menguntungkan. Sebagai ”petani maju” atau pengusaha kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dengan cara memberikan benih dan melakukan pembelian dan penjualan dari hasil penangkaran dengan harga yang sesuai dengan pemasaran.

Sedangkan dari pihak petani bertugas untuk melakukan pemeliharaan tanaman sesuai dengan standar benih dan memperoleh kegiatan penyuluhan dari PPL dan Dinas Pertanian setempat. ”Di samping menyediakan benih untuk ditangkarkan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani, pada tahun 2010 sekarang ini kami menyediakan pupuk”, kata Khaerul lebih lanjut.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
 

Arsip