SKANDAL HUKUM
Dunia hukum dan peradilan kita sedang hancur lebur diluluhlantakkan oleh oknum-oknum penegak hukum dan keadilan. Kepercayaan pada aparat penegak hukum jatuh pada titik nadir hingga seolah tidak ada lagi lembaga hukum yang bisa dipercaya. Pengungkapan kasus Bibit dan Chandra membuka mata rakyat akan bobroknya lembaga hukum yang ada. Rakyat antipati pada polisi karena dinilai arogan, tidak professional dan sarat dipenuhi oknum-oknum nakal. Kejaksaan sama saja, penuh pejabat korup yang tega menjual keadilan.
Perseteruan antara Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang telah berkembang liar dan merembet cepat ke ranah politik. Rumor yang mengaitkan skandal ini dengan sejumlah pejabat tinggi negara telah menggelembungkan kasus ini menjadi peristiwa politik yang mendebarkan. Sejumlah pihak bahkan sempat memprediksi akan munculnya ‘kekuatan rakyat’ untuk melawan ketidakadilan yang sangat parah ini.
Kita semua dengan cemas, berdebar dan sedikit marah sedang menunggu babak akhir drama spektakuler ini. Kita semua tentu berharap ceritanya akan berakhir bahagia, bukan saja untuk lembaga-lembaga keadilan tetapi yang lebih penting tentu membahagiakan rakyat banyak. Kita berharap yang benar akan mendapat kehormatan dengan komitmen menjunjung tinggi kebenarannya, tetapi kita juga berharap yang salah akan mendapat hukuman setimpal dengan kedudukan dan kesalahannya.
Namun kita bisa memetik hikmah dari peristiwa ini. Pertama, harus diakui lembaga hukum dan peradilan kita masih sakit dan perlu pembenahan total. Tanpa perbaikan secara menyeluruh kita tidak bisa berharap banyak pada lembaga-lembaga tersebut. Kedua, kita semakin mengerti bahwa rakyat semakin cerdas, kritis dan peka. Era komunikasi yang semakin cepat dan luas mampu menggerakkan kekuatan rakyat lebih cepat. Bila para pengelola kekuasan tidak memahami hal ini maka mereka akan menjadi korban kekuatan rakyat. Ketiga, Korupsi telah menjadi penyakit kronis yang menghinakan bangsa ini. Tidak ada pilihan lain kita semua harus berjuang lebih keras untuk mengubur korupsi.
Kita yang bergelut di bidang pertanian juga berharap hukum ditegakkan dengan lurus dan kokoh di negeri ini. Kita juga berhak mendapatkan keadilan hukum yang benar-benar adil.


