Update : Senin, 01/03/2010
 
Kolom

Pak Sus dan Pak Bayu

Pak Sus dan Pak Bayu. Keduanya, petani yang tinggal di desa dekat kota. Mereka biasa menanam kacang panjang di lereng bukit. Sebagian lahan itu ia tanami singkong. Tak ada irigasi, ia pun hanya berharap pada air hujan.

Harap-harap cemas. Ketika mulai menanam, mereka pun mulai menabur harapan. Semoga hujan bisa turun menyirami tanamannya. Pupuk ia taburkan. Pestisida ia semprotkan. "Smoga tanaman ini bisa panen atas ijin Allah," doa Pak Sus.

"Mudah-mudahan lahan ini tidak ada yang minat untuk membangun perumahan atau villa estate ya Pak", ucap Pak Bayu kepada Pak Sus. "Bila itu terjadi, bukan hanya tanaman dan modal kita amblas, kita pun sudah tak mungkin jadi petani lagi," timpal Pak Sus.

Pak Sus punya anak banyak, lima anaknya. Tiga sudah berkeluarga. Semuanya hanya lulus sekolah dasar (SD). Setiap hari, setelah dari ladang, Pak Sus ambil rumput untuk pakan kambing. Dari kambing itulah, Pak Sus bisa membiayai nikah bagi anak-anaknya untuk menuntaskan tugasnya sebagai orang tua. Sedangkan biaya keseharian, ia menambang pasir di sungai dekat bukit itu. Namun pesanan pasir tidak bisa dipastikan adanya.

Pak Bayu agak beruntung nasibnya. Umurnya lebih muda dibanding Pak Sus. Anaknya yang pertama dah masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di luar kesibukannya sebagai petani, ia jadi satpam di ibukota. Ada gaji tetap. Ada Tunjangan Hari Raya. Bahkan bila beruntung, terkadang bisa diajak ke luar kota plus tambahan pendapatan.

Meski demikian, hidup keseharian Pak Bayu bukan tanpa kepiluan. Terkadang ia hanya punya beras. Tidak ada sayur, tidak ada lauk. Itulah makanya Pak Bayu seringkali pergi memancing ikan di sungai atau mancing belut di sawah.

Desa Pak Sus dan Pak Bayu tinggal adalah desa yang sangat indah. Saat pagi, kabut dan embun selalu menghiasi. Ketika shubuh, adzan berkumandang. Suara ayam berkokok, yang bekerja sebagai pedagang pun ke pasar. Damai rasanya.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip