Update : Senin, 01/03/2010
 
Kolom

MEMANGKAS KEDELAI IMPOR

Stok biji-bijian dunia merosot dan angka konsumsi cenderung meningkat tajam. Kondisi ini akan berdampak langsung pada harga biji-bijian di dalam negeri. Itu berita yang cukup mengejutkan yang menyusup diantara berita-berita kampanye perebutan kursi presiden.

Pertemuan Dewan Biji-bijian Internasional di London belum lama ini menyimpulkan, dunia sedang dihadapkan pada kondisi kekurangan stok biji-bijian. Produksi biji-bijian dunia turun sekitar 4,6 persen sementara konsumsi naik melampaui kemampuan stok biji-bijian. Dikhawatirkan akan muncul goncangan bila tidak segera dilakukan antisipasi oleh negara-negara importir biji-bijian.

Salah satu yang akan menderita akibat gejolak stok biji-bijian adalah para perajin tempe dan tahu yang selama ini menggantungkan bahan bakunya pada kedelai impor. Beberapa bulan lalu harga kedelai impor melonjak hingga menyentuh angka Rp 7.500, akibatnya ribuan perajin temped an tahu gulung tikar.

Pemerintah memang memberi subsidi Rp 1.000/kilogram, namun tidak efektif menyelamatkan perajin dari kebangkrutan. Kalau hal serupa terjadi sekarang maka dipastikan hal ini akan menjadi pukulan mematikan kedua bagi para perajin tempe dan tahu.

Data terakhir menunjukkan kebutuhan kedelai dalam negeri sekitar 2,2 juta ton per tahun, sementara produksi kedelai dalam negeri hanya 700.000 ton per tahun. Jelas ada kekurangan kedelai sangat besar yang membuat negara kita sangat bergantung pada kedelai impor. Lonjakan harga kedelai di pasar dunia atau lonjakan nilai dollar akan membuat goyang pasar kedelai dalam negeri.

Oleh karena itu tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk segera membalik keadaan agar negara ini tidak bergantung terlalu besar pada kedelai impor. Korban jatuh akibat lonjakan harga kedelai sudah terlalu banyak. Tidak perlu lagi menunggu korban berjatuhan lebih banyak untuk bisa segera memperkuat pasokan kedelai lokal.

Segala upaya perlu ditempuh untuk membuat negeri ini mampu memproduksi kedelai dalam jumlah melimpah dan harganya murah. Kalau kedelai lokal melimpah maka bisa dipastikan harga akan relatif stabil dan permintaan para perajin tempe dan tahu bisa selalu terpenuhi.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip