Update : Senin, 26/07/2010
 
IPTEK

Pepaya Lokal Unggul dari IPB

Jenis pepaya yang paling digemari masyarakat kebanyakan, adalah self type atau mini karena untuk memakannya tidak perlu dikupas. “Cukup membelah buah menjadi 2 dan dagingnya siap dinikmati dengan menggunakan sendok”, ujar Prof. Sriani Sujiprihati penerima Anugerah Kekayaan Intelektual Luarbiasa 2009 Depdiknas yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor.

Prof. Dr. Ir Sriani Sujiprihati, adalah staf pengajar di Departemen Agronomi dan Hortikultura-Faperta IPB. Ia juga aktif di Pusat Kajian Buah Tropika. Termasuk kesibukan sehari-harinya adalah meneliti dan mengembangkan buah pepaya varietas lokal untuk tujuan pasar era kekinian.

Tujuan dari pengembangan pepaya lokal ini adalah untuk menghasilkan pepaya tipe besar, sedang, dan kecil. Pepaya besar untuk konsumen keluarga besar, tipe sedang untuk konsumsi keluarga kecil dan tipe kecil atau mini untuk konsumsi sendiri atau self type.

Penelitian dan pengembangan varietas-varietas pepaya unggul ini membutuhkan waktu yang panjang. Penelitian dilakukan sejak tahun 2000 dan diawali dengan pengumpulan plasma nutfah sebagai calon tetua, yaitu varietas hawai solo, jenis lokal asal Cicurug, Bogor, dan introduksi dari luar negeri. “Koleksi-koleksi tersebut selanjutnya dilakukan penyilangan, seleksi dan pemurnian”, ujar wanita kelahiran 28 Oktober 1955 ini.

Hasilnya, kata Sriani, terlahir 9 varietas pepaya unggul. Masing-masing berkode IPB-1, IPB-2, IPB-3, IPB-4, IPB-5, IPB-6C, IPB-8, IPB-9 dan IPB-10. IPB-1 dan 2 mendapatkan nama Arum Bogor dan Prima Bogor.

Arum Bogor mempunyai keunggulan bersosok kecil atau mini, bobotnya sekitar 0,63 kg sehingga praktis untuk dikonsumsi. “Pepaya ini berpotensi untuk menyaingi varietas Hawai”, ujarnya. Sementara Prima Bogor mempunyai keistimewaan daging buahnya berwarna merah, ukurannya cukup besar dengan berat 2,257 kg dan dapat bertahan lama ketika disimpan. “Prima Bogor dapat bertahan selama 1 minggu masa penyimpanan”, kata Sriani.

Untuk IPB-3 memiliki keunggulan pada kadar gula buahnya yang mencapai 14Obriks, bentuknya mini, daging buah tebal, berwarna jingga kemerahan, dan berongga kecil. IPB-3 juga lebih tahan tungau dibandingkan IPB-1.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip