Hidro Gel, Media Pengganti Tanah
Eric Nauli (48 tahun) pria lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan kimia analis ini berhasil menemukan Hidrogel Aquakeeper setelah sekian lama melakukan penelitian yang memakan waktu cukup lama.
Hidrogel adalah penahan air-cairan yang dapat digunakan bersinergi dengan tanah atau media lain serta pupuk, yang berguna menyerap dan menyimpan air dan nutrient dalam jumlah yang besar. Hydrogel dapat menyerap air paling tidak 200 kali lipat berat awalnya. Hidrogel dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan mengurangi kehilangan air dan nutrient melalui leaching (pencucian) dan evaporasi (penguapan). Air dan nutrient yang tersimpan di sekeliling akar dapat mengoptimalkan penyerapan tanaman serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari erosi dan pencemaran air tanah.
Hidrogel penemuannya ini diberi nama Aquakeeper, kata Eric. Hasil temuannya ini berguna untuk memastikan ketersediaan air sepanjang tahun, dapat mengurangi hilangnya air dan nutrient yang disebabkan oleh leaching, evaporasi, dan juga mampu mengurangi frekuensi penyiraman dan konsumsi air dan mampu memperbaiki kondisi fisik tanah dengan membentuk ventilasi yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman karena air dan nutrient selalu tersedia di sekitar tanaman sehingga mengoptimalkan penyerapan oleh akar untuk mengurangi angka mortalitas (kematian tanaman).
Setelah sekian lamanya dia melakukan penelitian terhadap berbagai jenis media akhirnya dia menemukan hidrogel di daerah Amerika Serikat.
Eric mengatakan, “Pada prinsipnya hidrogel manfaatnya sangat banyak, bisa dipakai untuk tanaman apa saja, bisa untuk pembibitan (nursery), tanaman perkebunan (kelapa sawit, karet, dan HTI), tanaman palawija dan buah-buahan dicampur dengan pupuk (mixed with fertilizer) dan juga bisa sebagai media tanaman indoor (decorative plant media) dan masih banyak lagi”, ujarnya kepada Sinar Tani.
Hidrogel yang diberi nama aquakeeper ini, kata Eric, mempunyai prinsip kerja yang cukup unik. Yakni hidrogel akan terurai secara alami di dalam tanah sehingga sifatnya ramah lingkungan menjadi Co2, H2O dan komponen nitrogen / mampu bertahan dalam tanah maksimum 3 tahun sepanjang tidak terkena sinar matahari langsung yang kuat dalam waktu yang lama.
Hidrogel dalam keadaan kering berbentuk kristal halus, dan serta merta mengembang saat menghisap air, kemudian membentuk gel-gel bening sebagai tempat penyimpanan air. Air tersebut akan dikeluarkan kembali jika tanah di sekitarnya kekurangan air. Hal ini berjalan secara alamiah berdasarkan prinsip keseimbangan tekanan osmosis. Dosis pemakaian untuk campuran media tanam pada pembibitan biasanya disesuaikan dengan tanamannya, biasanya 0.2 – 1 kg per 1 meter kubik media, sementara untuk penanaman tanaman perkebunan bisa dengan dosis 15-30 gr per lobang tanam.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


