Update : Selasa, 07/09/2010
 
IPTEK

Harapan Besar pada Teknologi Biochar

Teknologi Biochar (biocharcoal, arang hayati) belakangan ini merupakan salah satu topik pembicaraan yang paling hangat di lingkungan iptek pertanian dan lingkungan mancanegara. Banyak yang melihatnya sebagai “penyelamat” masa depan pertanian dunia dan cara ampuh membantu mengatasi pemanasan global. Namun, masih banyak pula yang ragu atau bahkan menentang.

Sementara itu kegiatan penelitian mendalam dan uji lapang biochar mancanegara kian marak. Beberapa negara bahkan sudah mulai membuka proyek-proyek percontohan, di antaranya negara tetangga seperti di Australia, Maldives, Sri Lanka.

Uji coba besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir juga dilakukan di negara maju seperti Amerika Serikat. Biochar digunakan sebagai pupuk yang dicampur dengan tanah untuk perbaikan tanah, produktivitas tinggi dan membangun pertanian berkesinambungan. Juga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca CO2 karena karbon dibenamkan dalam tanah.

“Penyelamatan“ bumi dari pemanasan global diharapkan dengan membenamkan lebih banyak biochar dari limbah tanaman ke dalam tanah sementara gas rumah kaca CO2 akan terus diserap oleh tanaman di bumi. Biochar juga akan menyerap mampu gas rumah kaca lainnya. Sehingga pada satu waktu ada keseimbangan antara karbon yang dilepas ke udara dan karbon yang ditahan di tanah. Bahkan diharapkan gas rumah kaca di atmosfir bisa berkurang dan pemanasan global mengendur.

Kelihatannya teknologi biochar untuk memajukan pertanian dan penyelamatan bumi tersebut sangat sederhana. Sumber inspirasinya adalah penemuan terra preta (tanah hitam) di kawasan Amazon, Amerika Selatan yang tetap subur selama ratusan atau bahkan ribuan tahun sampai sekarang.

Tanah hitam subur karena bercampur arang hayati itu merupakan karya atau peninggalan budaya masyarakat kuno yang bermukim di kawasan tersebut. Atas penemuan itulah kini dikembangkan teknologi biochar modern yang meliputi teknologi pyrolisis, yakni pembakaran suhu tinggi tanpa oksigen untuk pembuatan biochar yang lebih bermutu.

Keunikan Biochar
Biochar dikenal secara tradisional sebagai arang yang pembuatannya dengan teknik sederhana dilakukan oleh petani di pedesaan. Yakni membakar kayu di lubang, segera menimbunnya dengan tanah, lalu pembakaran berlanjut oleh panas suhu tinggi dan tanpa oksigen. Arang yang dihasilkan berbeda dengan arang hasil pembakaran di udara terbuka yang mengandung oksigen.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip