Update : Senin, 26/07/2010
 
IPTEK

BERAS YANG TIDAK PERLU DIMASAK

Apakah mungkin kita makan nasi tanpa dimasak? Ya mungkin saja, karena ada varietas padi lunak (soft rice) yang tumbuh dengan baik di Propinsi Assam, Timur Laut India dan siap dimakan setelah direndam air. Informasi tersebut kedengarannya sangat menyenangkan bila jadi kenyataan. Seorang ilmuwan pertanian dari India mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan satu varietas padi yang tidak perlu dimasak dan dapat dimakan secara mudah setelah direndam dalam air. (Yahoo, 8 Pebruari 2010).

Bila hal tersebut jadi benar adanya, maka ratusan juta rakyat sepanjang negara-negara India dan tetangganya akan mendapat manfaat dari sebuah pengembangan varietas padi yang spesifik yang dimasak sangat sederhana dengan merendamnya dalam air.

Para ahli di Pusat Lembaga Penelitian Padi India di Orissa (Central Rice Research Institute /CRRI) di Orissa yang mengembangkan galur-galur harapan yang dikenal sebagai “soft rice” (padi lunak) yang hanya tumbuh di wilayah Timur Laut India di negara bagian Assam. Secara tradisional disebutnya sebagai beras yang direndam selama semalam dalam air dan dimakan bersama minyak ”mustard” dan bawang.

Kenapa disebut beras lunak? karena rendah kadar zat tepung nya.
Varietas yang terkenal di India Timur Laut ialah: Aghanibora, Bhogalibora, Chakua dan Misiri.

Varietas Aghanibora dan Bhogalibora dilepas oleh Lembaga Penelitian Pertanian Regional di Tatabar, Assam. Aghanibora aslinya berasal dari Assam, suatu negara bagian di Timur Laut India dan tumbuh di daerah beriklim dingin. Kalau di Indonesia mungkin bisa tumbuh di daerah dataran tinggi/pegunungan yang rata-rata mempunyai iklim dingin.

Sampai sekarang, varietas yang produktivitasnya rendah ini tidak tumbuh di luar Timur Laut India, tapi para ilmuwan dari CRRI telah merancang untuk mengembangkan beras hibrida dari tradisional ”soft rice” dengan produktivitas tinggi seperti varietas padi biasa. Varietas tersebut dikenal dengan nama ”Aghanibora” varietas padi tersebut siap dimakan setelah direndam dalam air selama 45 menit pada temperatur ruangan atau 15 menit pada suhu air suam-suam/hangat kuku, tapi kualitas airnya harus bersih dan dapat diminum untuk menghindari penyakit dari air.

Menurut Dr. Tapan Kumar Adhya, direktur CRRI, Varietas padi ini berasal dari kategori beras lunak ”soft rice”, sangat membantu dalam menekan penggunaan bahan bakar karena tidak perlu dimasak, serta sangat membantu masyarakat kurang mampu/ petani kecil mengurangi biaya untuk beli bahan bakar dan juga mengurangi emisi karbon di udara.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip