Air Makin Langka, Produksi Harus Naik
Antara pemenuhan kebutuhan pangan dan ketersediaan air, dunia kini menghadapi kekalutan besar. Air untuk pertanian semakin langka tetapi produksi pangan tahun 2050 harus dua kali lipat dari sekarang.
Pertumbuhan penduduk, peningkatan kesejahteraan, perkembangan industri menyedot lebih banyak air, jatah air untuk pertanian terus menurun. Belum lagi musim kering yang semakin panjang dan keras akibat pemanasan global.
Masalah ini merupakan tantangan besar bagi ilmuwan pertanian dunia dan ternyata mereka tidak menghindar. Ini tercermin dari kemunculan konperensi Interdrought yang penyelenggaraan ketiga dilakukan menjelang akhir tahun 2009 di Shanghai, Cina. Yang pertama di Montpellier, Perancis (2001), kedua di Roma (2005) dan keempat akan berlangsung di Perth, Australia tahun 2012.
Laporan jurnal riset pertanian “Partners” dari konperensi Interdrought-III menggambarkan kegiatan dan kemajuan pencapaian penelitian dan pengembangan agronomi dan pembiakan oleh China maupun berbagai lembaga penelitian pertanian dunia, khususnya yang berada di lingkungan CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research).
Sekitar 600 ilmuwan yang hadir pada konperensi yang didanai ACIAR tersebut memandang kekeringan sebagai ancaman paling besar terhadap produksi pangan global.
Tokoh terkemuka fisiologi tanaman-stres-kekeringan, Dr. Abraham Blum mengemukakan tujuan konperensi adalah memberi jawaban terhadap situasi genting dan kebutuhan petani di seluruh dunia, termasuk petani kecil, yang kehidupannya terus terancam. Ia menunjuk kegiatan yang diselenggarakan di China sebagai salah satu jawaban yang paling signifikan dewasa ini.
Revolusi Hijau Kedua
Sebagai tuan rumah, China memperoleh kesempatan besar memaparkan apa yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah kekeringan melalui belasan presentasi. Negeri ini sangat merasa terancam karena kini hanya 30% produksi serealianya yang dihasilkan pertanian lahan kering. Sebanyak 70% pasok air tahunan digunakan untuk irigasi.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


