BBM untuk Nelayan Ditingkatkan
Setiap kali kunjungan kerja ke daerah, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad senantiasa menerima keluhan para nelayan yang kekurangan BBM bersubsidi. Beberapa Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) juga didapatkan tidak menyediakan BBM. Terdorong hal tersebut, Fadel pekan lalu “turun gunung” ke Pertamina untuk mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama, Karen Agustiawan, guna membahas tentang BBM subsidi untuk sektor perikanan.
Setelah pertemuan itu, Fadel mengungkap nelayan dan pembudidaya ikan sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro dan skala kecil. Pelaku usaha perikanan juga seringkali menghadapi kesulitan yang disebabkan oleh kondisi alam. Oleh karenanya, pemerintah yang memiliki sikap keberpihakan pada ekonomi rakyat kecil menganggap perlu meningkatkan subsidi bahan bakar minyak bagi nelayan dan pembudidaya ikan.
“Apalagi sektor kelautan dan perikanan ini merupakan sektor produktif yang memanfaatkan sumberdaya alam, sehingga tentu terkait langsung dengan perekonomian masyarakat”, ujarnya.
Sektor perikanan ini juga berfungsi sebagai sektor yang menyerap tenaga kerja, mendukung program ketahanan pangan, dan penghasil devisa. Maka sangat wajar apabila kelompok masyarakat pesisir ini mendapat perhatian utama dalam memperoleh fasilitas dari pemerintah, di antaranya adalah subsidi BBM.
Sementara itu, tahun 2009 yang lalu, menurut data PT. Pertamina, apabila dihitung dengan yang tersalurkan melalui instalasi atau depot berjumlah 1.322.505 kiloliter. Di antaranya adalah yang termasuk disalurkan lewat Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) dan lain-lain yang tersebar di 142 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, pada 244 titik lokasi.
Tahun 2010 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mengusulkan alokasi subsidi BBM sebanyak 2.516.976 kiloliter, terdiri dari 1.955.376 KL per tahun untuk nelayan dan 561.600 KL per tahun untuk pembudidaya ikan skala kecil.
Permasalahan yang dihadapi sektor perikanan dalam memperoleh BBM bersubsidi saat ini adalah terbatasnya kuota sektor perikanan dibanding dengan kebutuhan. Jumlah SPDN juga masih kurang terutama pada pulau-pulau kecil dan lokasi yang terpencil.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


