Update : Kamis, 11/03/2010
 
Editorial

TERNYATA KITA BISA BEBAS DARI FLU BURUNG

Keberadaan flu burung begitu mencekam di dunia dan di Indonesia. Sudah ada korban manusia, apalagi unggas. Begitu seriusnya Pemerintah menghadapi flu burung ini sehingga merasa perlu membentuk Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi.

Komite ini akan berakhir pada Maret 2010 mendatang. Ada kebanggaan, karena sebelum Komite ini berakhir ada hasil nyata dengan terbebasnya Kalimantan Barat dari flu burung. Kalimantan Barat merupakan propinsi pertama yang bebas dari flu burung.

Begitu penting bebasnya Kalimantan Barat dari flu burung ini sehingga penyerahan sertifikat daerah bebas flu burung dilakukan sendiri oleh Menteri Pertanian. Bahkan hadir pula Dr. Bayu Krisnamurthi selaku Ketua Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi.

Sebenarnya panduan dan langkah operasional bahkan dana untuk pemberantasan flu burung sudah tersedia umumnya di semua propinsi yang terkena flu burung. Sebuah pertanyaan, kalau begitu mengapa hanya Kalbar yang berhasil bebas? Ternyata Kalbar sebagai daerah yang pernah mendapat serangan flu burung konsisten melakukan surveilance, pemusnahan secara berhati-hati, serta tanggap memberi vaksinasi. Dan tidak cukup hanya itu, tetapi ditambah dengan kemauan, kesungguhan, konsistensi pelaksanaan dan kebijakan serta kepemimpinan yang tangguh. Dan pemberantasannyapun tidak hanya dilakukan oleh Pemda tetapi juga bersama-sama dunia usaha dan masyarakat.

Sikap seperti ini yang selayaknya diikuti pemangku kepentingan dunia perunggasan di propinsi lain. Jadikanlah cara Kalimantan Barat jadi model bagi propinsi lain yang sedang berupaya keras membebaskan diri dari flu burung.

Bebasnya Kalbar dari flu burung ini, di samping menyenangkan Pemda dan peternak unggas, tetapi mempunyai dampak yang lebih luas. Seperti bakal menarik minat investasi dan perdagangan sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Pencapaian prestasi seperti yang diraih Kalbar saat ini sangatlah sulit. Namun demikian lebih sulit lagi mempertahankannya. Oleh karena itu sangatlah arif pesan dari Gubernur Kalbar Cornelis: ”Predikat sebagai propinsi pertama di Indonesia yang menerima sertifikat bebas flu burung jangan sampai membuat semua pihak larut dalam kegembiraan lalu terlena. Sebab sertifikat ini adalah tantangan yang wajib hukumnya untuk dipertahankan. Jadi, saya harap kita jangan berbesar hati dulu, sebab Kalbar ini luasnya 1,5 kali Pulau Jawa. Pemerintah sendiri pasti tak mampu. Jadi tetap perlu partisipasi masyarakat”. Namun bagaimana-pun kita perlu mengapresiasi prestasi ini. Propinsi mana menyusul?

Arsip