Update : Senin, 26/07/2010
 
Editorial

PERLU PROGRAM INTENSIFIKASI KEBUN SAWIT RAKYAT

Pemerintah memperkirakan kontribusi minyak sawit dalam penyediaan bahan baku makanan, farmasi dan oleokimia akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang. Konsumsi minyak sawit di berbagai negarapun akan meningkat pesat. Menurut perkiraan peningkatan konsumsi minyak makan dunia pada tahun 2020 mencapai 232,4 juta ton. Jumlah ini meningkat cukup pesat dibandingkan tahun 2006 sebesar 166,5 juta ton. Artinya dalam 14 tahun akan terjadi peningkatan konsumsi 40%. Minyak sawit berkontribusi sebesar 27,5%.

Angka–angka ini menunjukkan bahwa prospek kelapa sawit sungguh cerah. Kita bersyukur bahwa alam Indonesia dikaruniai agroklimat yang memungkinkan komoditi kelapa sawit tumbuh subur dan berkembang.

Sekarang ini luas lahan perkebunan sawit di Indonesia sekitar 7,5 juta hektar. Terdiri atas perkebunan besar (negara dan swasta) dan perkebunan rakyat. Luasannya sekitar 7,9 juta hektar di mana sekitar 3 juta hektar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Bahkan Pemerintah sudah mengeluarkan ijin pembukaan kebun seluas 9,7 juta hektar, dan hingga sekarang ini baru ditanam sekitar 7,9 juta.

Tidak mudah untuk memperluas perkebunan sawit di Indonesia karena menghadapi isu lingkungan. Oleh karena itu pengembangan perkebunan sawit hanya dilakukan pada hutan produksi yang dapat dikonversi dan tidak menggunakan lahan yang mempunyai nilai konservasi. Pemerintah-pun ingin memproteksi untuk kepentingan diversitas, flora dan fauna.

Ini berarti peluang untuk bisa mengisi pasar dunia dengan minyak sawit untuk Indonesia masih terbuka luas.

Pertama, dengan perluasan areal dengan membuka lahan yang sudah dapat ijin seluas 1,8 juta hektar. Sudah tentu dengan mengikut kaidah-kaidah pelestarian lingkungan.
Kedua, dengan peningkatan produktivitas. Rata-rata produktivitas tanaman sawit Indonesia baru sekitar 3,5 ton per hektar. Produktivitas ini bervariasi antara 2 ton/hektar yang dihasilkan oleh perkebunan rakyat hingga 8 ton/hektar yang dihasilkan oleh perkebunan besar.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip