Update : Kamis, 11/03/2010
 
Editorial

Hari Krida Pertanian ke-39 Tahun 2009 DENGAN KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT KESETIAKAWANAN KITA TINGKATKAN CITRA PERTANIAN

Pertanyaan mendasar dari tema ini adalah: ”Bagaimana citra pertanian sekarang ini yang perlu ditingkatkan itu? “Tempo doeloe, citra pertanian selalu digambarkan sebagai: ”Miskin, kumuh, berlumpur, berbaju hitam-hitam memakai caping. Sering ditampilkan kerbau membajak sawah”.

Lalu pertanyan lanjutan adalah: “Bagaimana citra pertanian yang ingin diraih?” Citra pertanian yang mau diraih itu sebenarnya merupakan visi pertanian, pencapaian yang jauh ke depan!

Dalam kajian para pakar pertanian, menjelang milenium 20 muncul ke permukaan citra “pertanian modern”. Sambil menunggu “visi pertanian”, maka citra pertanian ”sementara ini” diterima dulu yang dirumuskan sebagai ”rangkaian kegiatan usaha berbasis pertanian, yang dilaksanakan atas dasar keterpaduan dalam suatu sistem, berorientasi pasar, memanfaatkan sumberdaya secara optimal, dikelola secara profesional, didukung oleh sumberdaya manusia berkualitas, teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan dan kelembagaan yang kokoh”.

Citra pertanian ini, sebagai pertanian yang tangguh dan efisien yang dikelola secara profesional dan memiliki keunggulan memenangkan persaingan di pasar domestik maupun di pasar global, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

(a) Usahanya merupakan industri/perusahaan pertanian, memenuhi skala ekonomi, menerapkan teknologi maju dan spesifik lokasi, menghasilkan produk segar dan olahan yang dapat bersaing di pasar global dikelola secara profesional, mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, memiliki “brand name” berskala internasional dan mampu berproduksi di luar musim,

(b) Petaninya mampu mengambil keputusan-keputusan yang rasional dan inovatif, memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, mempunyai kemampuan manajemen modern dan profesional, mempunyai jaringan yang luas, mempunyai akses informasi ke pasar global dan mempunyai posisi tawar yang kuat,

(c) Organisasinya mempunyai organisasi/asosiasi di antara petani yang kuat dan berjenjang di tingkat desa ke tingkat nasional, bisa mengakses lembaga keuangan dan lembaga bisnis lainnya,

(d) Aturan mainnya mencerminkan adanya kesadaran tingkat makro dan mikro serta secara operasional berpihak kepada petani khususnya dalam konteks perdagangan global, tidak tumpang tindih, konsisten dengan meminimumkan inkosistensi di antara berbagai kebijaksanaan yang ada.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip