Update : Selasa, 07/09/2010
 
Bumi dan Air

Lahan 2 Juta Ha dari BPN Diutamakan untuk Petani Gurem

Dua juta hektar lahan dari Badan Perencanaan Nasional (BPN) untuk pertanian rencananya lebih diutamakan untuk petani gurem. Kementerian Pertanian masih menunggu rincian lahan 2 juta hektar dari BPN untuk menyusun perencanaan distribusi lahan tersebut kepada petani gurem diolah menjadi lahan pertanian pangan berkelanjutan. 

“Sampai saat ini kita belum mendapatkan informasi dari BPN posisi dari area seluas 2 juta ha itu di mana saja,” kata Menteri Pertanian Suswono usai menghadiri acara Sinkronisasi Nasional Kementerian Pertanian, di Jakarta.

Mentan mengatakan informasi letak lahan 2 juta ha itu sangat dibutuhkan segera untuk menetapkan kawasan pertanian apa yang cocok untuk lahan itu. Dikatakannya, untuk lahan tebu saat ini dibutuhkan penambahan areal baru seluas ± 350 ribu ha dan kedelai ±500 ribu ha.

Selain itu, Mentan mengatakan selain posisi lahan, jenis lahan 2 juta ha tersebut juga belum ada kejelasan dari BPN. Belum diketahui apakah lahan tersebut merupakan lahan terlantar yang siap garap atau lahan hutan yang perlu dibuka lagi.

“Kita sangat bersyukur jika lahan tersebut dalam bentuk lahan terlantar siap garap, jika sudah pasti maka akan langsung kita distribusikan kepada petani,” kata Mentan.

Ke depannya, jika BPN sudah mengkonfirmasi detail penambahan lahan tersebut, Kementerian Pertanian akan memfokuskan pendistribusian lahan terutama untuk petani gurem.

Selain itu, Kementerian Pertanian akan melakukan kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memobilisasi petani jika lahan tersebut berada di luar Pulau Jawa.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip