Update : Senin, 26/07/2010
 
Bumi dan Air

HEMAT LAHAN AIR, PENDEDERAN IKAN GURAME DI KOLAM PLASTIK

Oleh: Redi Mulyadi & Mustofa Gandasasmita
IKAN GURAME (Osphronemus Goramy Lac) merupakan salah satu jenis ikan asli perairan Indonesia. Ikan jenis ini sudah lama dibudidayakan secara komersial oleh para pembudidaya secara komersial di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat. Namun, para petani ini belum bisa mencukupi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Karena itu, peluang pasar dan pemasaran ikan gumare cukup terbuka lebar.

Namun demikian, tidak semua wilayah di Indonesia yang menjadi sentra perikanan air tawar yang dapat melaksanakan kegiatan budidaya ikan gurame secara optimal. Kendala utamanya adalah karena keterbatasan air.

Sehubungan dengan kendala tersebut di atas, maka pendederan ikan gurame pada kolam plastik adalah salah satu jawaban yang tepat bagi sub-sektor perikanan. Dengan kolam plastik, lahan yang sempit dan air yang terbatas, bukan kendala lagi untuk membudidayakan dan mengembangkan ikan gurame. Sebab, kolam plastik ini merupakan usahatani yang hemat lahan dan hemar air, bahkan mendatangkan keuntungan besar bagi para petani.

DEFINISI KOLAM PLASTIK
Dalam budidaya ikan, orang lebih mengenal tambak, keramba, jaring apung, kolam air tenang dan kolam air deras. Selain itu,ada lagi kolam yang disebut kolam batu dan kolam plastik.

Kolam plastik, sebenarnya bukan istilah baru dan sudah digunakan meskipun terbatas di lingkungan lembaga perikanan. Kolam plastik, bukanlah kolam khusus yang terbuat dari plastik, tetapi tetap terbuat dari tanah. Hanya saja, karena tanah di daerah tentu adalah tanah yang porus/sarang (tidak dapat menahan air-Red) dan airnya bukanlah air yang mengalir. Lantas, agar air di kolam tersebut tidak cepat habis, maka dasar kolam dan pinggir kolam dilapisi oleh plastik tebal.

Adapun luas kolam plastik relatif kecil, yakni rata-rata 14 meter persegi dengan kedalaman air antara 10-60 cm. Kecuali untuk kolam Pendederan I dan Pendederan II, luasnya cukup 2 meter persegi dengan kedalaman air 10 cm.Begitu pula untuk ukuran kaset,luasnya dapat dua kali atau tiga kali lebih luas dibandingkan dengan kolam untuk ukuran benih lebih kecil dari ukuran kaset dan kedalamannnya dapat sampai 1 meter. Sedangkan ukuran panjang atau lebar kolam disesuaikan dengan keadaan lahan, misalnya di halaman rumah.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 0878 8160 5773)

Arsip