Update : Selasa, 07/09/2010
 
Bumi dan Air

Budaya Loncatan Api Pasang Surut Barito Kuala

Barito Kuala termasuk ke dalam delta Pulau Petak, mempunyai endapan sedimen atau humus yang terjadi dari kikisan aliran sungai ; selain itu daerah ini juga merupakan lahan gambut, yaitu suatu lahan yang terbentuk dari bahan organik sisa-sisa jaringan tumbuh-tumbuhan; dengan ketebatan minimal 50 centimeter.

Dari kejadian humus atau tanah gambut itulah, hingga setiap musim kemarau panjang tiba sering terjadi kebakaran; yang titik apinya biasanya merayap ke dalam tanah, (bagai api dalam sekam) yang sewaktu-waktu bisa membesar; dan meloncat ke areal tanah di sebelahnya; bahkan sampai berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

Bagi para petani ada dua hal dapat diperoleh dari kejadian itu yakni : 1) akibat kebakaran hutan dan lahan, biaya olah tanah dapat ditekan; 2) semak belukar yang biasanya tidak tergarap hingga menjadi sarang hama, atas kejadian itu dapat ditanami untuk Musim Tanam I (Oktober-Maret) melalui sistem Tabela yaitu Tanam Benih Langsung yang ditugal pada minggu pertama bulan Nopember; panen bulan Januari pada tahun berikutnya; pada Musim Tanam II (April-September) dalam tenggang waktu 1-2 bulan (Pebruari-Maret) bisa digunakan pengolahan tanah untuk penanaman lanjutan, yang mengharapkan panen bulan Mei dalam tahun yang sama, hal ini bila menggunakan varietas umur genjah atau mengharapkan panen pada bulan Agustus; jika menggunakan varietas setempat yang umurnya relatif lebih panjang.

Di samping keuntungan yang dapat diambil, dari kejadian api meloncat di daerah Pasang Surut Barito Kuala pada musim kemarau; tentu saja dampak negatifnyapun mengiringi dalam hal ini; yakni merebaknya asap kebakaran di siang hingga malam hari dengan kabut asap pada pagi hari selepas subuh; yang berdampak terhalangnya jarak pandang dan yang lebih parah lagi bisa mengakibatkan penyakit ispa (infeksi saluran pernapasan akut).

Di lain pihak kalau kurang kehati-hatian dalam menyikapi kebakaran lahan daerah pasang surut, maka sesama petani, pekebun, akan saling baku hantam akibat kecurigaan-kecurigaan individu akibat terjadinya loncatan-loncatan api dari lahan yang terbakar sebelumnya.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip