Menuai Hasil di Hari Tua dengan MEMBUDIDAYAKAN CUCAKROWO
Dari hobinya yang suka menangkap burung di kota kelahirannya Jambi, H. Safrudin kini menuai hasil yang tak disangka dapat memberikan kenikmatan hidup di hari tuanya setelah pensiun dari seorang pekerja PT. PLN.
Burung yang ia tangkap, ia tangkarkan di antaranya cucakrowo. “Dengan penangkaran, cucakrowo yang ada di alam tidak akan terkuras habis,” kata Safrudin, pecinta dan pembudidaya cucakrowo di Rawa Belong, Jakarta Barat. Menurutnya, cucakrowo tergolong burung yang keberadaannya di alam tinggal sedikit dan hanya tinggal menunggu punah saja bila tidak ditangkarkan.
“Sekarang cucakrowo (Pynonotus zeylanicus atau straw-headed bulbul) hanya ditemukan di daerah Kalimantan Utara saja, saya ingin menyelamatkan salah satu aset bangsa yang harus dilestarikan dengan menangkarkannya dan mengembang-biakannya sendiri”, ujar bapak dari satu putra ini.
“Dulunya saya orang desa, tinggal saya 350 km dari Kota Jambi, saya suka sekali menangkap cucakrowo, di tempat kami burung ini disebut dengan nama baraw-baraw. Bunyi merdunya membuat saya jatuh hati untuk mengembang-biakannya.
Burung ini sudah hampir punah di habitat aslinya. Tetapi peminatnya masih banyak sehingga harga cucakrowo pun mendulang tinggi. Bahkan, cucakrowo menjadi salah satu burung favorit yang sering sekali diikutsertakan dalam perlombaan kontes kicau burung dengan suaranya yang merdu.
Safrudin mengatakan ciri khas dari cucakrowo adalah suaranya. Pertama jenis yang paling unggul cucakrowo adalah ropel mampu menghasilkan tiga macam suara yang unik dan berbeda-beda. Kedua semi ropel, dengan dua macam suara kicauan. Ketiga engkel yang hanya menghasilkan satu suara kicauan saja, harga yang paling mahal adalah jenis ropel. Selain dari suara harga burung ini juga ditentukan dengan usianya, semakin dewasa, mulai usia 1,5 tahun harga cucakrowo pun menggila dan pada usia inilah cucakrowo sudah siap dikawinkan.
Poligami
Safrudin mencoba menangkarkan cucakrowo di daerah Tapos Ciawi Bogor. Ia membangun penangkaran dari beton dan tertutup rapat. Hal ini untuk mengantisipasi agar cucakrowo tidak lari bila melihat orang. Pada setiap kandang saya pasangkan kamera pengintai agar mudah mengawasinya dalam ruangan monitor. Ada 21 kandang.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


