MEMBUAT TAMAN KERING
Rahandono WS, arsitek landskap dari perusahaan jasa landscape ‘Kebun Apik’ mengatakan, untuk rumah dengan lahan yang sempit bisa dihiasi taman kering. Taman kering adalah suatu konsep taman yang praktis dan dapat diaplikasikan di dalam atau di luar ruangan dengan luas lahan yang sempit. Kelebihan taman ini adalah tidak membutuhkan perawatan rutin, jadi dapat dirawat sesekali saja dengan cara yang mudah.
Luas lahan yang tersisa untuk sebuah hunian standar biasanya sekitar 3 x 4 m atau memanjang dengan ukuran sekitar 2 x 8 m atau 2 x 12 m atau sekitar 20 % dari luas halaman rumah. Namun, kata Rahandono, dengan lahan yang sempit tersebut, konsep taman kering sudah bisa diaplikasikan.
Disebut taman kering, karena tanaman yang dipakai adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air untuk mendukung pertumbuhannya. Misalnya tanaman yang berdaun tebal yang dapat menyimpan air secara baik, di antaranya tanaman-tanaman yang berasal dari golongan sukulen (seperti, kaktus, euphorbia, dan aloevera), sansiviera, nolina, adenium, atau tanaman dari golongan nanas-nanasan, dan pandan-pandanan. Selain itu jumlah jenisnya bergantung pada desain taman yang telah dirancang. “Hanya dengan satu jenis tanaman saja taman kering bisa diciptakan, asalkan penempatannya tepat”, ujar Rahandono.
Setiap tanaman memiliki sifat yang khusus. Ada tanaman yang lebih cocok. Media tanamnya pun dapat berbeda, tapi Rahandono menganjurkan agar tidak memakai media tanam yang mengikat terlalu banyak air, misalnya tanah biasa yang dicampur kompos dan pasir kasar. Penyiramannya cukup dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu dan pemupukan dilakukan sebanyak satu kali dalam 3 bulan. Selain itu, hama yang menyerang jenis tanaman sukulen ini hanya berupa kutu dan dapat dimusnahkan dengan menyemprotkan pestisida dengan dosis tertentu.
Selain tanaman, komponen lain yang cocok menghiasi taman kering adalah batu. Batu dapat berupa patung atau ornamen baik yang alami maupun buatan, batu pijakan dan kerikil serta pasir. Pemilihan komponen batu juga harus mempertimbangkan bentuk, ukuran, warna, serta penempatan yang sesuai untuk menciptakan komposisi taman yang indah.
Untuk menjadikan desain taman kering seimbang dan tetap enak dipandang mata sebaiknya pilih tanaman dengan ukuran tinggi yang lebih bervariasi. Begitu juga dengan komponen lainnya, misalnya batu, sediakan dalam ukuran dan bentuk yang bervariasi dan ditempatkan pada kontur yang permukannya tidak terlalu rata. Selain itu, untuk taman kering di dalam ruangan sebaiknya memakai lampu ultraviolet dan sirkulasi air.
Anggaran untuk membuat sebuah taman kering tergantung dari jenis material yang di gunakannya. “Misalkan jenis tanaman yang digunakan jenis bonsai yang relatif mahal tentu berbeda dengan tanaman yang hanya sansiviera, jadi harganya relatif”, ujar Rahandono.


