Update : Selasa, 07/09/2010
 
Buah dan Sayur

Pengembangan Jeruk Manis Kedang Perlu Dukungan Penelitian

Guru Besar pada Pusat Studi Pengembangan Sumberdaya Hayati, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. FX Wagiman mengatakan, untuk pengembangan Jeruk Manis Kedang (JMK) ke depan membutuhkan penelitian dan pendampingan yang serius.

Upaya itu perlu dilakukan, lanjut Wagiman untuk memecahkan masalah-masalah teknis dan non teknis yang sedang dihadapi. Saat ini, tengah diupayakan mengatasi penyakit nanah pada jeruk manis kedang.

Prof. Wagiman mengatakan hal itu ketika mengunjungi lokasi uji coba pembibitan JMK, di Kebun Koleksi Plasmanutfah “Abdi Laboratus” milik Yohanes Lalang di Dusun IV- Oetete, Tarus RT 22 / RW 10, Desa Mata Air, Kupang Tengah (30 Mei 2010) belum lama ini. “Dukungan tenaga teknis untuk meneliti penyakit yang menyerang Jeruk Manis Kedang, mutlak diperlukan, dibarengi pendampingan dari PPL terhadap petani/ penangkar yang punya komitmen untuk berusaha dengan melibatkan kebijakan dari dinas terkait”, kata Wagiman.

Lebih lanjut dikatakan, pohon induk JMK yang ada perlu disurvei, diseleksi pohon mana yang layak/memenuhi syarat, kemudian diberi label, selanjutnya dirawat secara intensif untuk dipergunakan sebagai sumber entris (pucuk/mata tempel).

Terhadap ujicoba penangkaran JMK di Tarus, menurut Wagiman merupakan suatu langkah yang tepat dan patut dihargai. “Ujicoba di Kupang perlu dihargai; Ada baiknya juga karena terisolasi dari kemungkinan terserang penyakit nanah yang saat ini menyerang Jeruk Manis Kedang”, lanjut Wagiman.

Dalam kunjungannya ke Tarus, Pak Prof. didampingi Drs. John Castillio dan ibu (dari Dinas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi NTT), Drs. Marius Nodju dan ibu (wiraswasta), Laurensius Lehar, SP MP (Dosen Politani Negeri Kupang), Bastian Ragu, SP (Dinas Pertanian Provinsi NTT) dan beberapa pengusaha dari Kota Kupang.

Arsip