Update : Senin, 26/07/2010
 
Buah dan Sayur

NIKMATNYA KACANG MAKADAMIA

Makadamia (Macadamia Integrifolia Maiden & Betche). Ada yang menyebut kacang Australia dan Queensland Nut. Tanaman makadamia berasal dari Australia yang dikembangkan di Hawaii sekitar 1881 di mana ia digunakan sebagai tanaman pagar dan tanaman reboisasi. 

Makadamia tumbuh di kawasan hutan sub-tropik basah dengan curah hujan lebih dari 1000 mm per tahun di bagian Selatan Queensland dan bagian Utara New South Wales. Pohon Makadamia tumbuh dengan baik pada tanah Andosol atau tanah vulkanik dengan drainase yang baik. Di Pulau Hawaii sebagian besar daerah tempat tumbuh makadamia mempunyai jenis tanah Andosol. Tanah yang sesuai untuk makadamia bertekstur lempung ringan sampai sedang sedalam tidak kurang dari 0.5 m, dengan pH 5 sampai 5.5. Karena tajuk pohon yang rindang, perakaran yang dangkal dan tempat tumbuhnya pada tanah yang bertekstur ringan, maka di sekeliling kebun makadamia pada daerah berangin keras sebaiknya ditanami pohon penahan angin (wind breaker).

Di Indonesia pada mulanya tanaman ini diintroduksi sebagai tanaman koleksi di kebun raya. Di dalam buku Heyne (1950), De nuttige planten van Indonesie, tercatat bahwa tanaman makadamia di Kebun Raya Cibodas (Jabar) tumbuh baik dan berbuah secara teratur. Di kebun raya tersebut sekarang terdapat koleksi jenis M. ternifolia (M. integrifolia) dan M. tetraphylla. Pada tahun 1990 PT Perkebunan Nusantara XII menanam secara bertahap di kawasan Pegunungan Ijen, sampai dengan sekarang perusahaan ini mengelola 12.000 pohon di lahan 120 hektar. Beberapa tempat lainnya di Indonesia di mana tanaman makadamia dapat tumbuh dengan baik adalah di :


(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip