Menunda Proses Penuaan dengan Sayuran
Sayur adalah makanan yang kaya dengan manfaat dan sebagian orang banyak yang tidak suka dengan yang namanya sayuran. Kenapa bisa demikian? Menurut riset, sebagian orang yang tidak suka dengan sayur lebih banyak dipengaruhi rasa tidak suka terhadap rasa sayuran tersebut hal ini disebabkan ada yang rasanya pahit, manis, sampai tidak ada rasa di lidahpun ada.
Sayuran diperlukan oleh hampir semua orang. Segenap lapisan masyarakat dari berbagai status sosial dan jenjang usia memerlukan sayuran sebagai salah satu menu makanan untuk menjaga kesehatan. Sebagian sudah memahami peranan sayuran bagi tubuh. Namun masih banyak orang yang belum mengerti pengaruh sayuran terhadap kesehatan. Mereka mengkonsumsi sayuran hanya sebatas selera dan kebiasaan.
Sayuran dapat berupa tanaman atau bagian tanaman yang dapat dihidangkan atau dimakan dalam keadaan mentah maupun matang sebagai bagian dari susunan menu makanan. Jenis sayuran sangat beragam ada yang berupa umbi, buah, bunga atau daun. Bagi tubuh manusia bagian tanaman seperti daun, bunga, buah, biji, umbi dan batang memiliki manfaat sebagai berikut :
A. Memelihara kesehatan tubuh
Mengkonsumsi sayuran secara seimbang setiap hari ternyata mampu memelihara kesehatan tubuh. Hal ini berarti memperkecil resiko tubuh mendapat serangan berbagai penyakit hipertensi, jantung, diabetes dan kanker. Selain itu, sayuranpun dapat dimanfaatkan sebagai terapi berbagai penyakit. Perlu disimak bahwa berbagai zat yang dikandung oleh sayuran, terutama zat non gizi beserta manfaatnya sampai saat ini masih diteliti dan diperdebatkan oleh para pakar. Namun demikian manfaat sayuran bagi kesehatan tubuh tidak perlu diragukan. Aneka jenis sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan tubuh meliputi :
1. Sayuran daun
Di Indonesia sayuran daun merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi karena sebagian besar sayuran mudah tumbuh di daerah tropis, sehingga sayuran daun mudah diperoleh di pasaran dengan harga murah.
Berdasarkan warnanya sayuran daun dibagi menjadi dua yaitu : Sayuran daun berwarna hijau tua (bayam, kangkung, daun singkong) dan hijau muda (seledri, selada, sawi, kubis). Sayuran hijau tua banyak mengandung klorofil-a yang bermanfaat untuk mencegah kanker. Di dalam klorofil terdapat pula pigmen lain disebut karoten. Semakin hijau warna daun, kandungan karotennya semakin tinggi. Sebagai zat non gizi, karoten dalam sayuran daun sangat bermanfaat untuk mencegah kanker.
Sayuran daun berwarna hijau mengandung zat dithiothine, indole dan fenol yang berfungsi sama dengan klorofil yaitu mencegah kanker. Selain zat non gizi sayuran daun seperti bayam, kangkung dan daun singkong, kaya akan mineral Fe dan Ca dimana mineral Fe berfungsi untuk anemia dan mineral Ca untuk mencegah rematik.
2. Sayuran bunga
Yang termasuk ke dalam sayuran bunga antara lain : brokoli dan kembang kol. Sayuran ini akan tumbuh baik di daerah yang beriklim dingin dan sejuk, oleh karenanya belum banyak petani yang menanamnya sehingga harganya masih relatif mahal. Meskipun demikian, sayuran ini sangat digemari karena setelah dimasak rasanya enak dan renyah. Brokoli dan kembang kol mengandung zat non gizi seperti indole, dithiolthione, flavonoid dan isothiochanate yang bermanfaat untuk mencegah kanker.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


