Meminimalisir Gatalnya Buah Aren
Buah aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.), dikenal sebagai buah yang sangat gatal, jika getah bagian dalamnya mengenai kulit manusia. Zat apa sebenarnya yang menimbulkan iritasi pada kulit manusia tersebut, sehingga masyarakat harus ekstra hati-hati ketika akan memanfaatkan buah aren, apalagi ketika buah itu masih muda.
Bahkan terlontar oleh sebagian masyarakat penderes aren bahwa keengganan mereka membibitkan aren antara lain karena buahnya sangat gatal, meskipun sudah masak. Bagaimanakah solusinya untuk meminimalisir efek gatal tersebut?.
Bentuk dan Struktur Buah Aren
Secara keseluruhan penampang buah aren berbentuk mendekati bulat. Tangkai buah sangat pendek, tidak terlihat tetapi sangat liat. Ketika tumbuh membesar, buah aren seperti menempel pada setiap anak tangkai buah (disebut gada), berentengan dalam jumlah banyak dan rapat pada setiap janjang buah.
Dilihat dari bagian distal, tampak ada tiga geligir, seolah membagi buah menjadi tiga bagian. Geligir tersebut merupakan sekat pemisah dari tiga ruang biji dalam buah aren. Buah aren yang berkembang sempurna berisi tiga biji dengan ukuran hampir sama dan masing - masing menempati ruang biji di dalam buah. Tidak semua bakal biji dalam buah aren berkembang sempurna, antara lain ada yang berkembang dua biji atau bahkan hanya satu biji.
Buah aren tersusun oleh dinding buah (perikarpium) dan biji. Dinding buah aren termasuk berdaging dan tidak pecah ketika masak, buah aren termasuk kelompok buah buni. Dinding buah tersusun oleh tiga lapisan yaitu : lapisan terluar disebut eksokarp atau epikarp; bagian tengah disebut mesokarp dan bagian terdalam disebut endokarp.
Bagian Buah Yang Gatal
Daging buah aren relatif tebal, buah yang masak sangat disukai musang. Bagian endokarp tidak mengeras seperti buah kelapa, melainkan tetap lunak dan jaringan ini mengandung banyak kristal kalsium oksalat. Bagian inilah yang menyebabkan gatal pada kulit manusia. Rasa gatal tersebut terjadi karena kristal-kristal yang berbentuk jarum (raphida) menusuk sel-sel kulit manusia. Berdasarkan pengamatan, panjang kristal tersebut cukup bervariasi yaitu rata-rata 77,28 µm (SD ± 8,35. n = 50).
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


