Update : Senin, 26/07/2010
 
Agro Inovasi

MEMBUAT SUSU KEDELAI TIDAK BERBAU LANGU

Oleh: Saptoningsih
Pada keadaan yang serba mahal akan produk susu hewani serta tidak mengurangi nilai gizinya, susu kedelai dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif substitusi maupun pengganti susu sapi secara keseluruhan.

Manfaat susu, baik susu sapi maupun air susu ibu (ASI) begitu dibutuhkan karena kandungan gizinya yang tinggi. Untuk anak di masa pertumbuhan susu ASI mutlak dibutuhkan pada usia selanjutnya sebagai penunjang asupan nutrisi.

Bagi orang dewasa susu masih perlu dikonsunsi karena kandungan proteinnya untuk mengganti sel tubuh yang rusak. Hanya saja beberapa macam kolesterol yang ada, jenis tertentu yang tidak begitu esensial bagi orang dewasa. Akhirnya harus pikir-pikir dahulu untuk mengonsumsi susu sapi.

Ketika protein sangat dibutuhkan sementara kandungan kolesterol perlu dihindari, maka susu kedelai bisa menjawabnya sebagai susu bebas kolesterol. Tidak hanya sebatas itu, bagi bayi maupun anak dalam usia pertumbuhan kebutuhan gizinya juga bisa ditunjang oleh susu kedelai. Menambah kesempurnaan susu kedelai memungkinkan untuk ditambahkan berbagai vitamin yang biasanya terkandung dalam susu maupun ASI.

Dalam pelaksanaan pembuatan susu kedelai, teknologinya sangat sederhana, peralatan yang dibutuhkan seadanya dan mudah dipahami tehnik pembuatannya. Namun perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan produk olahan kedelai kurang disukai, antara lain bau langu atau bau kacang, rasa pahit dan rasa seperti kapur.

Dengan cara pengolahan yang baik maka bau langu tersebut akan hilang. Untuk membuat susu kedelai dengan warna putih seperti susu, rasa gurih dan tidak berbau langu sangatlah mudah, yang penting kita memahami proses pembuatan susu kedelai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat susu kedelai yaitu :

Pemilihan bahan baku kedelai : Berdasarkan pengalaman dalam proses pembuatan susu kedelai untuk menghasilkan susu kedelai yang berkualitas baik adalah biji kedelai varietas impor dibanding biji kedelai lokal. Hal ini disebabkan karena bijinya besar-besar, warnanya kekuningan dan lebih bersih, sehingga apabila dilakukan perendaman bijinya cepat empuk dan jika diperas maka air susunya lebih mengental.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip