MELATIH PETANI SEBAGAI PEMULIA BENIH
Oleh: Ramadhani Kurnia Adhi
Indonesia memiliki banyak petani pemulia benih yang tidak menjadi sorotan. Berkembangnya pemuliaan benih oleh petani didorong oleh kebutuhan mereka akan varietas yang mereka tanam di lokasi mereka. Lokasi yang spesifik membutuhkan varietas padi spesifik lokasi untuk mengoptimalkan produktivitas padi.
Plasma nutfah yang dimiliki negeri ini yang melimpah bisa menjadi modal untuk menghasilkan varietas baru. Dalam wilayah satu kecamatan, benih yang dipilih bisa berbeda, sesuai karakteristik lahan yang ada antara lain tingkat kemasaman, dan jenis lahan seperti lahan kering, sawah, pasang surut atau rawa lebak.
Dorongan terhadap petani pemulia benih merupakan cara yang efektif agar mereka tetap berkreasi. Pada tahun 2002 di Indramayu, Yayasan Farmers' Initiative for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia bekerjasama dengan Participatory Enhancement of Diversity of Genetic Resources in Asia (Pedigrea) membantu para petani belajar bagaimana mereka memuliakan tanaman padi berbasis keanekaragaman hayati untuk mendapatkan varietas baru melalui Sekolah Lapang.
Dari pembelajaran tersebut, petani berhasil memperoleh varietas baru yang tahan hama dan penyakit walaupun tidak diberi perlakuan pestisida. Padi tersebut dinamakan padi Bonggong yang merupakan hasil persilangan varietas Kebo dan varietas Longgong. Pada awalnya usaha mereka menanam padi hasil silangan tersebut mendapat halangan dari berbagai pihak. Mereka terus berjuang dalam menanam padi hasil persilangan. Alhasil, usaha merekapun akhirnya mendapat dukungan dari pemerintah Daerah Indramayu.
Padi Bonggong merupakan buah kreasi petani kita yang berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan ketergantungan benih yang mahal di pasaran dan bahkan benih yang dijual itu palsu. Pengembangan varietas baru tersebut didasarkan pada pemuliaan benih lokal.
Hal tersebut dilakukan karena kendala adanya Undang-undang Perlindungan Varietas Tanaman (UU PVT), yang merupakan pembatas bagi petani untuk berkreativitas terhadap benih yang telah dipatenkan.
Petani, secara alamiah sudah melakukan pemuliaan sejak jaman padi mulai dibudidayakan. Mereka memilih padi yang dirasa terbaik oleh mereka, baik dari segi rasa, hasil maupun umur. Padi yang terpilih kemudian ditanam untuk musim berikutnya dan seterusnya. Para petani sudah mempunyai ketrampilan dasar dalam melakukan pemuliaan tanaman yaitu dengan melakukan pemilihan atau seleksi.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


