Update : Selasa, 07/09/2010
 
Agri Prosesing

Teknologi Santan Kelapa Skala UKM

Santan kelapa yang diawetkan sudah menjadi produk komersial di pasar domestik dan luar negeri. Produk yang beredar di pasar domestik dikuasai oleh produksi perusahaan besar, padahal industri skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seyogyanya bisa ikut mengambil bagian karena usaha produksi kelapa kita didominasi oleh perkebunan rakyat. Kendalanya adalah belum tersedianya teknologi pengolahan dan pengawetan santan untuk produsen skala UKM.

Teknologi pengawetan diperlukan karena santan kelapa mudah rusak dan memberi aroma dan rasa tidak enak oleh proses oksidasi dan hidrolisis asam lemaknya.

Untuk membuka jalan bagi produksi komersial oleh industri UKM maka Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Bogor telah mengembangkan teknologi yang sesuai, sederhana dan efektif. Teknologi tersebut dikembangkan untuk menghasilkan santan kelapa komersial yang masa simpan dan mutunya bisa bersaing dengan produk santan yang beredar di pasar.

Informasi BB Pascapanen menyebutkan bahwa pada penelitian skala laboratorium, BB Pascapanen pengembangan ditekankan pada tiga sasaran, yakni teknologi proses homogenisasi santan, pengawetan, pengemasan dan penyimpanan santan.

Adapun pola dasar proses pengolahan santan yang diikuti pada penelitian tersebut adalah sbb: Buah kelapa dikupas sabutnya, daging dilepas dari tempurung lalu kulit arinya dikupas.

Selanjutnya dilakukan blanching selama 10 menit pada suhu 80oC, lalu daging kelapa diparut.

Berikutnya santan kelapa dicampur air dengan perbandingan 2:1 lalu diperas, bisa menggunakan pengepres tipe ulir (screw).

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip