MEMBUAT SIMPLISIA KERING TERSTANDAR
Perdagangan nasional maupun internasional bahan obat-obatan dari tanaman (simplisia) belakangan ini terus meningkat. Peluang memasok pasar global terbuka namun produsen dituntut untuk bersaing dalam mutu yang memenuhi standar perdagangan dan harga.
Bentuk sederhana simplisia yang diperdagangkan selain dalam bentuk segar di antaranya adalah dalam bentuk kering. Pada proses pembuatan simplisia kering, tahap pengeringan memerlukan perhatian yang cukup agar bisa memenuhi standar mutu perdagangan. Berikut ini cuplikan dari tuntunan oleh Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika (Balitro) untuk pembuatan simplisia kering terstandar.
Penyiapan dimulai dari pemanenan yang tepat waktu, tingkat kematangan dan cara, dilanjutkan dengan penyortiran, pencucian dengan perendaman beberapa kali, penyemprotan, penyikatan dan pembilasan lalu proses pengeringan. Bagian tanaman yang umumnya digunakan sebagai simplisia meliputi biji, buah, bunga, daun, kayu, akar, rimpang dan herba (tanaman secara utuh).
Biji, buah dan daun dipanen bila sudah masak fisiologis. Biji dipanen bila 60% kulit polong atau kulit biji sudah mulai mengering. Bunga untuk simplisia kering dipanen setelah mekar. Kayu dipanen setelah terbentuk senyawa metabolit sekunder secara maksimal. Herba pada saat pertumbuhan vegetatif sudah maksimal dan akan masuk pertumbuhan generatif.
Sedangkan rimpang untuk simplisia kering pada saat tanaman berumur 8-12 bulan bergantung jenis dan penggunaannya, yang ditandai mulai mengeringnya bagian tanaman yang berada di atas tanaman.
Proses pengeringan dilakukan untuk mencapai kadar air 8-10% dengan sejauh mungkin mempertahankan kandungan bahan-bahan aktif dalam simplisia. Untuk jenis bahan tertentu yang berukuran besar dan tidak lunak diperlukan perajangan sebelum pengeringan. Maksudnya memudahkan pengeringan, proses pengolahan lebih lanjut, pengemasan dan penyimpanan.
Ukuran rajangan tergantung bahan tetapi jangan terlalu kecil atau tipis karena bisa mengurangi bahan aktif terkandung. Untuk temulawak sebagai misal, ketebalan rajangan 7-8 mm; jahe, kunyit, kencur 3-5 mm. Bentuk rajangan tergantung tujuan: Untuk memperoleh rendemen minyak atsiri yang tinggi irisannya membujur (split), untuk mempercepat pengeringan irisannya melintang (slice).
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


