Peran Penyuluh Bantu dalam Swasembada Pangan Berkelanjutan
Banyak kegiatan yang telah dikerjakan Penyuluh Bantu (Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian/ THL-TBPP) dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan di daerah. Berikut ini pengalaman Rahman THL – TBPP di Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Kebiasaan petani Desa Tanjung Agung di Kecamatan Air Besi selama bertahun tahun dalam mengelola sawahnya adalah menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya, biasanya petani menyisihkan beberapa karung padi untuk benih, kebutuhan benih / ha antara 60 kg sampai dengan 80 kg untuk ditanam pada musim tanam berikutnya. Padahal penggunaan benih seperti itu akan berakibat turunnya produksi.
Menyikapi prilaku petani tersebut, Rahman melakukan pembinaan tentang manfaat mangunakan benih unggul bersertifikat sesuai anjuran bahwa kebutuhan per ha hanya 25 kg, luas lahan untuk pesemaian 5 % dari luas sawah, padi hanya ditanam dua sampai dengan tiga batang/lobang tanaman, teknologi yang diterapkan yaitu teknologi legowo 1 : 2, 1 : 4, penggunaan pupuk berimbang, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui pendekatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), kemudian setiap kelompok tani dianjurkan membuat Demplot masing -masing kelompok 1 ha.
Hasilnya petani dan kelompok tani telah menanam benih unggul bersertifikat program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dari Departemen Pertanian Rl melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara.
Selanjutnya Rahman memfasilitasi petani, kelompok tani menjalin mitra kerja dengan PT. Pertani selaku pemegang lisensi benih. Bentuk kerjasamanya adalah petani sebagai penangkar benih padi dari PT. Pertani, hasilnya dibeli PT. Pertani untuk memenuhi kebutuhan benih yang akan disebarkan ke petani atau kelompok tani, artinya ada jaminan pamasaran sewaktu panen raya, dengan menerapkan pola tanam serentak maka penanggulangan hama penyakit tanaman padi sawah lebih mudah diatasi.
Untuk pupuk organik penulis telah memfasilitasi petani dengan pelatihan petani membuat bokasi bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara, kemudian Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara membantu 1 unit alat penghancur pupuk organik" APPO" dan EM 4, Glukosa.
Kendala petani di Kecamatan Air Besi tentang pupuk Bersubsidi adalah belum ada kios pupuk yang menyiapkan sarana produksi pertanian sehingga pupuk bersubsidi tidak bisa dialokasikan ke kecamatan Air Besi. Sebagai pemecahan masalahnya kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Rawang Rumbai membuat RDKK yang diketahui oleh Kepala Desa, Penyuluh pertanian , KCD/ Mantri Tani, Camat dan direkomendasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bengkulu Utara, RDKK diajukan ke PT. Petrokimia Gresik dan PT. Pusri serta distributornya, sehingga kebutuhan pupuk bersubsidi dapat direalisasi ke kelompok tani.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
Arsip
- Kegalauan Penyuluh Menghadapi Masa Depan yang Otentik
- Menyongsong Munas II THLTBPP PERCEPATAN TERBITNYA PAYUNG HUKUM BAGI PENINGKATAN STATUS THL-TBPP
- PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN, BERDASARKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) KECERDASAN EMOSI (EQ) DAN KECERDASAN INTELEKTUAL (IQ)
- BP4K KABUPATEN SIGI DISAHKAN
- PHT CENGKEH DI KUTA
- Arsip Lainnya...


