
Alfalfa, tanaman leguminosa perennial memiliki berbagai keistimewaan yang memberinya daya tarik kuat dalam 4 aspek kemanfaatan, yakni nutrisi, ekonomi, mengurangi risiko, dan konservasi, demikian menurut Forage Genetics International. Dari segi…
Tanaman alfalfa bagi masyarakat Indonesia masih memberi kesan asing dan adanya di luar negeri, khususnya kawasan subtropis. Tanaman leguminosa tahunan ini dinilai istimewa karena kekayaan nutrisi dan fitogenik serta banyak…
Penyakit sclerotium atau busuk batang merupakan salah satu penyakit penting kacang tanah, bahkan utama di negara-negara tertentu. Cara pengendaliannya secara biologis, yakni menggunakan bakteri telah ditemukan belum lama ini oleh…
Pengairan (irigasi) merupakan salah satu kunci keberhasilan pertanian. Sejak berlangsungnya gerakan Revolusi Hijau, pembangunan jaringan irigasi sangat dipentingkan. Demi kelancaran dan kelangsungannya dikembangkan pendekatan manajemen irigasi partisipatif (participatory irrigation management),…
INOVASI PERTANIAN SPESIFIK LOKASI SUMATERA SELATAN...
Alfalfa, tanaman leguminosa perennial memiliki berbagai keistimewaan yang memberinya daya tarik kuat dalam 4 aspek kemanfaatan, yakni nutrisi, ekonomi, mengurangi risiko, dan konservasi, demikian menurut Forage Genetics International.
Dari segi nutrisi, kandungan serat yang rendah memaksimalkan asupan harian bahan kering sapi namun tetap memenuhi kebutuhan serat rumen hewan. Kandungan protein tinggi mengurangi kebutuhan suplemen. Kandungan kalium dan kalsium bisa memenuhi kebutuhan ternak.
Tanaman alfalfa bagi masyarakat Indonesia masih memberi kesan asing dan adanya di luar negeri, khususnya kawasan subtropis. Tanaman leguminosa tahunan ini dinilai istimewa karena kekayaan nutrisi dan fitogenik serta banyak kegunaan. Dunia Arab memberinya nama Al-Fisfisa, yang masuk bahasa Spanyol menjadi Alfalfa dan artinya “Bapa semua Makanan”.
Di Amerika Serikat dijuluki sebagai “Queen of the Forages” (ratu semua hijauan pakan) dan merupakan tanaman komersial dengan total areal nomor empat setelah jagung, gandum, dan kedelai.
Penyakit sclerotium atau busuk batang merupakan salah satu penyakit penting kacang tanah, bahkan utama di negara-negara tertentu. Cara pengendaliannya secara biologis, yakni menggunakan bakteri telah ditemukan belum lama ini oleh Cuong Le, peneliti di Universitas Wageningen Belanda.
Penyakit Sclerotium disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii. Gejalanya layu pangkal batang lalu tanaman mati. Kerugian panen kacang tanah dunia oleh penyakit ini berkisar 10-25%. Cara mengatasi S. rolfsii sekarang ini ialah memperbaiki cara budidaya dan aplikasi fungisida secara intensif yang justru bisa mengarah pada resistensi terhadap fungisida.
Page 1 of 60







![]() | Hari Ini | 1856 |
![]() | Kemarin | 7162 |
![]() | Pekan Ini | 28776 |
![]() | Pekan Lalu | 46767 |
![]() | Bulan Ini | 176822 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 3022426 |