
Provinsi Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi yang “sangat tahan” dalam Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia 2009, yang diluncurkan oleh Dewan Ketahanan Pangan Kemtan di Gorontalo Oktober 2011 lalu. Dalam peta tersebut, pada tahun 2010, hanya ada 1 kabupten yang berwarna hijau muda (tahan pangan), sedang 28 Kabupaten dan 6 kota yang lain berwarna hijau tua (sangat tahan).
Prestasi tersebut tidak lepas dari tangan dingin Ir. Gayatri Indah Cahyani, Msi yang berhasil menumbuhkan iklim kondusif bagi semua stake holder untuk bekerjasama meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Tengah di bawah koordinasi Gubernur.
Luas wilayah binaan Hubertus Winarto namanya Kumang Kuning mencapai 1.873,75 ha dengan jumlah penduduk 1.587 jiwa dan 680 kepala keluarga tani, merupakan daerah potensi komoditas perkebunan dengan luas lahan 1.480 ha meliputi kelapa sawit, karet dan kakao. Namun pengelolaannya lebih dominan dilakukan oleh perusahaan besar, sehingga masyarakat/petani yang terlibat hanya sebagai plasma bahkan sebagai buruh perkebunan.
Melihat kondisi itu, Winarto seorang penyuluh pertanian kelahiran Kendal Jawa Tengah yang bertugas di Provinsi Jambi ini punya cara untuk menyejahterakan petani. Penyuluhan yang dilakukannya lebih difokuskan kepada upaya pemberdayaan masyarakat desa dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan tegalan untuk usahatani sayuran yang mencapai luas ± 15 ha (120 ha/tahun) dan buah-buahan berupa tanaman salak pondoh 24 ha, dan lahan perikanan berupa jaring apung seluas 20 ha meliputi 41 unit keramba apung. “Selain iklimnya cocok, jalur pemasarannya pun sangat terbuka lebar baik untuk wilayah setempat maupun ke luar wilayah Kumang Kuning,” tambahnya.
Mooryati Soedibyo, berhasil mengangkat kembali warisan tradisional dari lingkungan kerajaan Jawa yang hampir dilupakan orang. Dengan keuletannya, Mooryati berhasil membuat jejamuan dan aneka ramuan khas yang diajarkan neneknya yang seorang ningrat keraton Solo – menjadi produk kecantikan berkelas Mustika Ratu.
Wanita kelahiran Solo pada tanggal 5 Januari 1928 ini memulai perjalanan karirnya pada pertengahan tahun 1973. Dengan modal Rp. 25.000,- dia merintis bisnis dengan meramu sendiri minuman beras kencur di garasi rumah, bersama dua orang pembantunya.
“Saya sengaja membikin beras kencur, karena paling gampang. Bisa dikerjakan malam hari, paginya langsung saya bawa ke arisan atau ditawarkan dari rumah ke rumah,” ujar wanita yang sedari kecil mencintai berbagai tanaman biofarmaka.
Mursyid Ma’sum, Peroleh Gelar Doktor dari IPB
Mursyid Ma’sum yang dilahirkan 30 Agustus 1956 di Banyuwangi, Jatim dengan disertasi berjudul: “Implikasi Kebijakan Perbibitan Sapi Adopsi Inovasi Inseminasi Buatan pada Peternak Sapi Potong’’, dalam ujian terbuka yang diselenggarakan tanggal 12 Juli 2011 telah berhasil meraih gelar doktor (S3) dari Sekolah Pasca Sarjana IPB. Mahasiswa program Studi ILmu Penyuluhan Pembangunan IPB tersebut berhasil mempertahankan disertasi di depan para penguji yang terdiri Drh. Prabowo Respatyo Caturroso, MM, PhD (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan) dan Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc Ag. (Dekan Fakultas Peternakan IPB).
Bertindak sebagai penguji ujian tertutup adalah Dr. Ir. Arief Daryanto, MEC (Direktur Magister Bisnis IPB) dan Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA (Anggota Komisi Pasca Sarjana IPB). Sedangkan komisi pembimbingnya adalah Prof. Dr. Ir. Aida Vitayala S. Hubeis, Dr. Ir. Amirudin Saleh MS, dan Dr. Ir. Budi Suharjo, MS.
PT. Sang Hyang Seri (SHS) Kantor Regional VI Sulawesi yang berkedudukan di Pangkajene Kabupaten Sidrap Sulsel mewilayahi sebelas propinsi yaitu Sulsel, Sulbar, Sulteng, Sultra, Sulut, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Kaltim. SHS kantor Regional VI mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir ini, peningkatan yang dimaksud adalah peningkatan hasil penjualan produk dan peningkatan pelayanan kepada mitranya (petani) di lapangan.
Manager PT. SHS Kantor Regional VI Sulawesi, Ir. H. Abu Saniasa kepada Sinartani mengatakan penjualan produk PT. SHS ketika pertama kali memimpin SHS kantor Regional VI Sulawesi tahun 2006 tercatat 8.491.520 ton. Dari awal hingga memasuki tahun kelima 2011 maka jumlah penjualan produk terutama benih padi hibrida dan non hibrida serta benih horti terus mengalami peningkatan yang signifikan. Terbukti dalam tahun 2011 tercatat hasil penjualan produk mencapai 15.744.438 ton.
Selama lima tahun SHS Regional VI dimanage oleh Ir. H. Abu Saniasa maka sudah lima tahun pula meraih predikat terbaik dari semua kantor regional di seluruh Indonesia. Meski demikian ia tetap pertahankan untuk selalu menjadi media petani dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi terutama benih serta ikut mendukung program pemerintah dalam surplus beras 2 juta ton di Sulsel. Karena Prestasinya itulah sehingga Ir. H. Abu Saniasa satu-satunya manager Regional SHS yang menerima penghargaan dari Menteri Pertanian yang diserahkan pada Penas XIII Tenggarong, Kutai Kartanegara belum lama ini. Selain penghargaan karena kreatifitasnya juga di Penas XIII sang manager ini meraih juara I lomba stand pameran antar BUMN. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari jajaran direksi di kantor kami, lembaga mitra, pemerintah provinsi dan kabupaten, kelompok tani, dinas atau instansi lingkup pertanian, perbankan, tokoh petani dan pemuka masyarakat kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya,” ungkap Ir. H. Abu Saniasa.
Dikatakan Ir. H. Abu Saniasa PT. SHS salah satu BUMN yang sudah go public dan kini menuju go global terutama SHS kantor Regional VI. Dengan usianya yang ke 40 tahun PT. SHS akan terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan kelompok tani sehingga SHS akan menjadi perusahaan kelas dunia.
Penyuluh swadaya di Kabupaten Magelang, tepatnya dari Desa Giripurno Kecamatan Borobudur Hepi Apriyanto, seorang sarjana peternakan yang lahir 26 tahun yang lalu telah berhasil membawa kelompok binaannya meraih beberapa penghargaan bidang peternakan. Antara lain Juara pertama lomba kelompok tani ternak tingkat Jawa Tengah pada tahun 2009 dan Juara 2 Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Nasional Tahun 2010, di samping itu Hepi juga mendapatkan penghargaan Peringkat Pertama sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan tingkat Nasional dari Kemenpora Tahun 2010.
Terinspirasi oleh mottonya Gubernur Jawa Tengah yaitu “BALI NDESO MBANGUN DESA“ yang mempunyai arti yang sangat baik bagi kebangkitan perekonomian di pedesaan, serta keprihatinan terhadap kondisi masyarakat desanya yang mayoritas berpendidikan rendah karena tenaga terdidik yang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di desa memilih untuk merantau di kota, menjadikan Hepi tertarik untuk menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya dan bertekad menjadi penggerak dan pemimpin dalam pembangunan desa serta menjadi tauladan atau contoh yang baik bagi masyarakat desanya.
Meskipun saat memulai menjadi penyuluh swadaya banyak menemui kendala, di antaranya sulitnya merubah pola bertani dan beternak masyarakat supaya menjadi lebih baik, dengan menggunakan metode pendekatan berupa percontohan, akhirnya petani dan peternak binaannya bersedia meniru dan merubah pola usaha tani/ternaknya. Alhamdulillah dengan ketekunannya selain membawa kelompoknya meraih penghargaan, Hepi saat ini dipercaya menjadi narasumber di berbagai pelatihan bidang peternakan dengan materi Inseminasi Buatan (IB) pada kambing, pelayanan kesehatan hewan dan manajemen pemeliharaan ternak.
Suami dari seorang PNS pada Karantina Hewan di Jawa Tengah dan bapak satu anak ini, telah membuktikan bahwa untuk hidup layak tidak harus menjadi pegawai dan tidak harus merantau ke kota. Dengan usaha pembibitan kambing PE yang saat ini telah berjumlah 48 ekor di mana 15 ekor merupakan usaha pribadinya dan yang 33 ekor kerjasama dengan kelompok, ditambah dengan produk olahan susu kambing PE sudah menjadikan sumber penghasilan dan kepuasan batiniah bagi Hepi karena cita-citanya telah tercapai.
Dalam kesehariannya sebagai penyuluh swadaya, Hepi melakukan pendampingan dan Pembinaan kepada kelembagaan tani yang berada di tempat tinggalnya yaitu Kelompok Tani Ternak Sarimakmur dan Gapoktan Sukses dalam bidang peternakan dan penanganan limbah.
(Untuk berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991) = EDISI No. 3413
Page 1 of 17







![]() | Hari Ini | 5970 |
![]() | Kemarin | 6719 |
![]() | Pekan Ini | 5970 |
![]() | Pekan Lalu | 59447 |
![]() | Bulan Ini | 38449 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 2884053 |