
Satu usaha tiga keuntungan. Itulah nikmatnya jadi peternak sapi perah. Untuk pemilikan sapi perah 40 ekor bisa diperoleh keuntungan bersih Rp 6 juta rupiah dari hasil susunya. Keuntungan lainnya adalah…
Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian, Zaenal Bachruddin mengatakan untuk mensejahterakan peternak sapi perah maka pengembangan susu sapi perah harus dilakukan dengan pendekatan peningkatan daya saing…
Dari Dekat Hotel Marriot ke KukusanMuhammad Amin adalah seorang peternak sapi perah yang berada di daerah Kukusan, Depok. Pada awalnya, keluarga besar Amin memang sudah memiliki peternakan sapi perah di…
Berprofesi sebagai peternak sapi perah nampaknya sangat dinikmati oleh Abdul Karim (32). Di lahan seluas 400 m² di kawasan Kukusan, Beji, Depok, bisa dijumpai peternakan sapi perah milik Abdul Karim…
Direktur Utama PT. Sang Hyang Seri (SHS), Eddy Budiono mengatakan PT SHS akan menangani pencetakan lahan sawah baru seluas 40.000 ha.
“Tahun ini pemerintah merencanakan akan mencetak lahan sawah baru sekitar 100.000 ha dan PT SHS diberi kepercayaan mengelola 40.000 ha,” ujarnya di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, (16/1).
Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) mensosialisikan edukasi ramah lingkungan dengan budidaya florikultura tanaman hias dan bunga untuk hidup yang lebih sehat.
Ketua Asbindo, Gleen Pardede mengatakan guna mengatasi kerusakan alam seperti banjir, longsor, kekeringan dan polusi udara, perlu gerakan nasional yang kongkret untuk membangkitkan masyarakat peduli lingkungan dengan cara menanam aneka tanaman.
Wakil Presiden mengatakan anggaran penelitian dan pengembangan sektor pertanian di Indonesia paling rendah dibanding negara-negara ASEAN lainnya. “Anggaran ini harus ditingkatkan untuk mencapai produktivitas,” katanya dalam rapat kerja nasional pembangunan pertanian 2012 dengan tema “Jadikan tahun 2012 sebagai tahun kerja keras dalam rangka pencapaian sukses pembangunan pertanian” di Jakarta (11/1).
Budiono menilai keterbatasan anggaran itu memang suatu kendala dan ini berpengaruh sampai ke lapangan khususnya ke petani. Menurutnya, penelitian dan pengembangan di sektor pertanian sangat penting apalagi jika dilihat dari produktivitas pertanian nasional sempat alami penurunan.
Dalam Penutupan Rapat Kerja Nasional tahun 2012 dengan tema “Jadikan Tahun 2012 Sebagai Tahun Kerja Keras dalam Rangka Pencapaian Sukses Pembangunan Pertanian” Rusman Heriawan Wakil Menteri Pertanian mengatakan sesuai dengan arahan Wakil Presiden RI, catatan penting yang harus diperhatikan dan segera ditindaklanjuti untuk membangun pertanian ke depan adalah peran penelitian dan pengembangan yang aplikatif serta perbaikan dan konsolidasi kordinasi komponen instansi.
“Program program penelitian dan pengembangan pertanian agar diperluas penerapannya. Oleh sebab itu kerjasama Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP), Balai Penyuluhan Pertanian (Baperluh), dan dinas harus bersinergi dalam menyampaikan teknologi kepada para petani,” kata Rusman di Jakarta.
Kadin Akan Gelar Seminar dan Pameran Jakarta Food Security Summit 2012 untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat dengan pertumbuhan penduduk dunia yang diperkirakan akan mencapai 9 milyar di tahun 2050 diperlukan langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan pangan yang dapat menimpa dalam negeri maupun negara-negara lain di dunia.
Menurut perhitungan organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) produksi pangan dunia harus naik 70% dari produksi saat ini, sedangkan ketersediaan lahan pertanian dunia tidak bertambah.
Pencapaian ekspor komoditas perkebunan pada 2011 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 27,35 miliar menjadi US$ 35,72 miliar.
Meningkatnya nilai ekspor ini dikarenakan baiknya beberapa harga komoditas perkebunan di Internasional. Demikian yang diungkapkan Direktur Jenderal Perkebunan, Gamal Nasir, pada konferensi pers di Jakarta dengan tema Capaian Kinerja Tahun 2011 dan Rencana Pembangunan Perkebunan Tahun 2012.
Melalui pembelajaran agribisnis dan pengembangan kelompok tani di pedesaan, Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/FEATI) dirancang untuk menggerakkan perekonomian pedesaan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Ato Suprapto mengatakan proyek ini dimulai tahun 2007 untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2007 sampai dengan 2011. “Supaya proyek ini berlanjut bedampak pada perekonomian pedesaan, maka dirancang penyuluhan di sini bisa menggerakkan ekonomi pedesaan,” tambah Ato Suprapto dalam Lokakarya Keberlanjutan proyek ini di Bogor.
Page 1 of 96







![]() | Hari Ini | 6067 |
![]() | Kemarin | 6719 |
![]() | Pekan Ini | 6067 |
![]() | Pekan Lalu | 59447 |
![]() | Bulan Ini | 38546 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 2884150 |