
Alfalfa, tanaman leguminosa perennial memiliki berbagai keistimewaan yang memberinya daya tarik kuat dalam 4 aspek kemanfaatan, yakni nutrisi, ekonomi, mengurangi risiko, dan konservasi, demikian menurut Forage Genetics International.
Dari segi nutrisi, kandungan serat yang rendah memaksimalkan asupan harian bahan kering sapi namun tetap memenuhi kebutuhan serat rumen hewan. Kandungan protein tinggi mengurangi kebutuhan suplemen. Kandungan kalium dan kalsium bisa memenuhi kebutuhan ternak.
Penyakit sclerotium atau busuk batang merupakan salah satu penyakit penting kacang tanah, bahkan utama di negara-negara tertentu. Cara pengendaliannya secara biologis, yakni menggunakan bakteri telah ditemukan belum lama ini oleh Cuong Le, peneliti di Universitas Wageningen Belanda.
Penyakit Sclerotium disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii. Gejalanya layu pangkal batang lalu tanaman mati. Kerugian panen kacang tanah dunia oleh penyakit ini berkisar 10-25%. Cara mengatasi S. rolfsii sekarang ini ialah memperbaiki cara budidaya dan aplikasi fungisida secara intensif yang justru bisa mengarah pada resistensi terhadap fungisida.
Anak ayam baru menetas bisa lebih resisten terhadap penyakit-penjakit infeksi bila ditetaskan pada suhu yang tepat. Terbukti pula bahwa pemberian pakan pada ayam secara seketika setelah menetas bisa meningkatkan ketahanannya pada fase pertumbuhan selanjutnya.
Kesimpulan itu diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Irene Walstra, ilmuwan pada Universitas Riset Wageningen, Belanda belum lama ini. Penelitian tersebut secara khusus dimaksudkan untuk mencari cara meningkatkan daya adaptasi ayam petelur agar bisa menghadapi patogen secara lebih efektif.
Produksi akuakultur beberapa jenis ikan utama dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi. Di antara sekitar 12 kelompok spesies utama akuakultur dunia saat ini, pertumbuhan produksi lele (catfish) akuakultur adalah yang paling mencolok.
Produksi lele dunia tahun 2008 mencapai 2,78 juta ton, naik 169,9% dibanding 1,03 juta ton tahun 2003, menurut data FAO yang dikutip oleh studi Blue Frontier WorldFish Center.
China dan India mengkonsumsi lebih dari separuh beras (giling) dunia, tetapi Brunei Darussalam merupakan negara yang tingkat konsumsinya paling tinggi. Sementara itu, jumlah beras yang dikonsumsi penduduk dunia yang kini mendekati 7 milyar jiwa telah naik 100% dibanding 50 tahun lalu, menurut data mutakhir FAOSTAT (2010) yang diangkat Rice Today.
Tingkat konsumsi per kapita beras dunia saat ini (2010) rata-rata 50 kg per tahun. Masyarakat dengan tingkat konsumsi tertinggi dunia kebanyakan berada di Asia Selatan dan Tenggara, Afrika Barat dan Guyana. Yang paling tinggi di antaranya adalah Brunei Darussalam, yakni 245 kg/kapita/tahun, atau lebih dari 20 kg per bulan.
Pertanian Konservasi global menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam 11 tahun terakhir dengan perluasan areal rata-rata lebih dari 6 juta ha per tahun. Areal adopsi konsep pertanian yang mulai dikembangkan sekitar 4 dekade lalu itu mencatat kurang dari 3 juta ha awal tahun 1970an. Kini luasannya sudah mencapai lebih dari 120 juta ha atau 8% areal pertanaman dunia.
Konsumsi jagung bermutu yang dikenal dengan sebutan Quality Protein Maize (QPM) bisa membantu meningkatkan pertumbuhan anak-anak kecil yang tertahan karena kekurangan nutrisi tertentu. Ini terbukti pada penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak di Ethiopia, Afrika yang makanan pokoknya terutama jagung konvensional dan tidak seimbang.
Penelitian di tempat lain tentang manfaat diet jagung QPM memperbaiki nutrisi anak-anak pada umumnya sudah pernah ada, tetapi di Ethiopia penelitian dilakukan terhadap anak-anak pada masyarakat yang makanan pokoknya adalah jagung.
Page 1 of 25







![]() | Hari Ini | 1929 |
![]() | Kemarin | 7162 |
![]() | Pekan Ini | 28849 |
![]() | Pekan Lalu | 46767 |
![]() | Bulan Ini | 176895 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 3022499 |