
Terinspirasi sukses besar mobil Esmka yang mengangkat pamor anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), seorang pengamat agribisnis memberi gambaran tentang potensi para petani penangkar benih yang tidak berbeda jauh dengan anak-anak SMK.
Dengan sebuah analogi menarik, dia jelaskan tentang kemampuan dan ketrampilan para penangkar benih yang terasah dan teruji menciptakan dan memproduksi benih-benih unggul berkualitas, seperti kemampuan anak-anak SMK merakit dan merekayasa mobil Kiat Esemka. Tidak berbeda dengan kemampuan anak-anak SMK, para petani penangkar benih juga memiliki kemampuan untuk berkreasi dengan referensi keilmuan yang memadai, dilengkapi dengan pengalaman panjang yang melahirkan ketrampilan mumpuni.
Tiba-tiba ada kehebohan luar biasa ketika di halaman depan sebuah media nasional terpampang foto Walikota Solo, Joko Widodo sedang memamerkan mobil baru karya anak-anak SMK.
Dengan penuh gaya dan percaya diri Walikota idola masyarakat Solo itu menyatakan akan mempergunakan mobil itu sebagai mobil dinasnya. Seketika mobil bernama Kiat Esemka itu langsung terkenal dan menjadi bahan berita yang meledak luar biasa. Banyak pejabat, politisi dan pengusaha dengan berbagai alasan dan pertimbangan telah memesan mobil ini.
Salah satu isu yang sepanjang tahun 2011 selalu menjadi perbincangan hangat adalah masalah kedaulatan pangan. Banyak pihak menilai Indonesia semakin jauh dari cita-cita menjadi negara merdeka yang berdaulat dalam aspek pangan. Kedaulatan pangan menjadi mimpi yang semakin sulit diraih karena faktanya negeri ini semakin bergantung pada berbagai produk pangan impor. Negeri ini telah menjadi jajahan dari beberapa negara produsen pangan, yang mencengkeram kuat dengan pasokan produk pangan melimpah, harga murah, dan kualitas bagus.
Waktu berjalan demikian cepat. Tidak terasa kita telah berada di penghujung tahun 2011, dan memasuki tahun 2012. Banyak kisah, cerita dan peristiwa memenuhi catatan perjalanan kita sepanjang tahun 2012. Tentu ada kisah duka yang mungkin menguras air mata, namun pasti ada juga kisah bahagia yang penuh canda tawa. Itulah hidup, perjalanan panjang berpacu dengan waktu yang sarat dengan rangkaian peristiwa
Bagi para petani dan semua yang berkecimpung di dunia pertanian, tahun 2011 merupakan tahun penuh warna namun relatif lebih membahagiakan dibanding tahun sebelumnya. Iklim dan cuaca relatif lebih baik, dimana intensitas hujan cukup memadai dan kemarau juga hadir dengan panjang waktu yang pas, tidak terlalu singkat dan tidak terlalu panjang.
Berbahagialah para peternak dan semua pihak yang mencintai dunia perternakan, karena dengan besar hati akhirnya pemerintah memutuskan untuk memangkas impor daging sapi dan sapi bakalan secara drastis mulai tahun depan.
Ditargetkan impor daging sapi dan sapi bakalan dari semula 35% dari total kebutuhan daging sapi nasional, akan dipangkas hanya tinggal 17% saja. Bahkan pada tahun berikutnya (2013) volume impor akan ditekan lagi menjadi hanya sekitar 13% dan tahan 2014 menjadi 9,2%. Artinya, sudah ada gambaran bahwa impor daging sapi dan sapi bakalan akan terus turun setiap tahunnya.
Ketika banyak pihak memaklumi pentingnya impor beras sebagai satu-satunya pilihan untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, Gubernur Jatim, Soekarwo justru bersikukuh menolak impor beras. Dengan suara lantang dia menolak masuknya beras impor ke provinsi Jawa Timur, meskipun beras itu dipergunakan untuk warga miskin. Menurutnya, Jawa Timur sekarang ini sedang surplus beras, jadi tidak membutuhkan beras impor. Masuknya beras impor dikhawatirkan akan menjatuhkan harga beras petani, terutama nanti ketika musim panen tiba.
Awal musim tanam selalu menjadi saat yang membahagiakan bagi para petani, terutama para petani tadah hujan yang sudah lebih dari enam bulan menunggu jatuhnya air hujan. Semua persiapan telah dilakukan termasuk mempersiapkan lahan tanam dengan mencangkul, membersihkan saluran air, dan mempersiapkan benih.
Uang untuk membeli pupuk, pestisida, dan membayar biaya biaya garap juga sudah dipersiapkan. Bahkan lumbung tempat penyimpanan hasil panen juga sudah dibersihkan, siap menyimpan hasil panen.
Page 1 of 26







![]() | Hari Ini | 5952 |
![]() | Kemarin | 6719 |
![]() | Pekan Ini | 5952 |
![]() | Pekan Lalu | 59447 |
![]() | Bulan Ini | 38431 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 2884035 |