
Restorasi kehutanan adalah visi untuk masa depan yang mengakar pada penghormatan pada masa lampau. Restorasi kehutanan menggunakan hutan alami sebagai model untuk hutan masa depan.
Restorasi kehutanan bertujuan untuk memulihkan hutan alami di satu sisi, dan memulihkan hubungan produktif dan harmonis antara manusia dengan hutan itu sendiri pada sisi yang lain. Restorasi kehutanan bermakna restorasi ekologis dan ekonomis hutan berkelanjutan yang mewakili suatu pemandangan yang signifikan dalam sejarah dan budaya alami.
Di tengah kawasan perkebunan sawit, di atas lahan seluas 2002,77 ha telah dibangun Kawasan Industri Sei Mangkei (KISMK) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Tahun ini di kawasan itu akan mulai dibangun industri bio-diesel terintegrasi kerjasama PTP III dan sebuah perusahaan asal Jerman. Juga akan dibangun pabrik pupuk NPK dengan teknologi nano.
Selain Sei Mangkei Sumatera Utara, Indonesia memiliki beberapa kawasan lain yang juga bisa dijadikan kawasan industri sawit terpadu, di Dumai (Riau), Kuala Enok (Riau), dan Maloy (Kalimantan Barat).
Menurut Ir. Rismansyah Danasaputra, MM, Direktur Tanaman Tahunan, Ditjen Perkebunan, pengembangan daerah industri sawit di Sei Mankei dan tempat-tempat lain adalah berdasarkan kebijakan Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I).
“Penanaman pepohonan ini merupakan salah satu peranan perempuan dalam memperbaiki lingkungan di Indonesia dan secara tidak langsung menyelamatkan bumi dari efek rumah kaca,” kata Ani Yudhoyono saat melakukan Gerakan Perempuan Tanam Pelihara (GPTP) di Karawang Jawa Barat.
Ani Yudhoyono mengatakan GPTP kali ini dilakukan di daerah perkotaan, karena di daerah perkotaan sudah sedikit ditemukan pepohonan. Dengan sedikitnya pepohonan di perkotaan membuat polusi udara meningkat dan tidak adanya peresapan air, sehingga banyak terjadi banjir.
Tidak sedikit hambatan, penyimpangan dan gangguan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan perkebunan. Untuk menghadapi segala kemungkinan itu, peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) akan dioptimalkan.
Direktur Jenderal Perkebunan, Ir. Gamal Nasir, MS, dalam sambutan pada Pertemuan Koordinasi, Evaluasi Pelaksanaan Tugas PPNS Perkebunan Tahun 2011, di Yogyakarta, pekan lalu yang dibacakan oleh Direktur Pascapanen dan Pembinaan Usaha Dr. Ir. Herdradjat Natawidjaya, M.Sc, menjelaskan bahwa perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri, dan pelestarian lingkungan.
Tidak kurang dari 94 persen perkebunan kakao nasional merupakan kebun milik rakyat. Sayangnya, kondisi perkebunan ini sebagian besar kurang terawat sehingga produktivitasnya rendah yaitu sekitar 824,93 kg/ha/tahun. Namun demikian, seandainya perkebunan rakyat ini bisa dioptimalkan, dipastikan produksi kakao nasional akan menduduki posisi pertama dalam kancah kakao dunia.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang berbagai kebijakan yang bersifat strategis dalam mendongkrak kakao nasional ini, belum lama ini ‘Sinta’ berkesempatan mengadakan wawancara dengan Dirjen Perkebunan, Gamal Natsir. Dari hasil wawancara ini disimpulkan bahwa peluang Indonesia untuk menjadi negara produsen kakao nomor satu dunia sangatlah besar, di tengah keterpurukan kakao dunia akibat anomali iklim belakangan ini. Guna menyimak lebih jauh pandangan Dirjen Perkebunan ini dalam mewujudkan cita-cita tersebut, berikut petikan wawancaranya:
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa Sulawesi Selatan mulai tahun ajaran 2011/2012 membuka dua program studi baru yakni program studi perkarantinaan hewan dan program studi (prodi) perkarantinaan tumbuhan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Ato Suprapto mengatakan selain membuka prodi baru karantina, tujuh STPP yang dimiliki Kementan juga membuka prodi baru lainnya, di antaranya adalah prodi pengawasan mutu benih, prodi pengawasan mutu bibit, pengawas mutu pakan dan prodi pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT).
Page 1 of 19







![]() | Hari Ini | 5942 |
![]() | Kemarin | 6719 |
![]() | Pekan Ini | 5942 |
![]() | Pekan Lalu | 59447 |
![]() | Bulan Ini | 38421 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 2884025 |