
INOVASI PERTANIAN SPESIFIK LOKASI SUMATERA SELATAN
Walaupun pembangunan pertanian tidak semata-mata bergerak dari apa yang dikeluhkan petani, namun akan menjadi kokoh landasannya apabila beranjak dengan mengetahui permasalahan petani secara lebih mendalam untuk membuat mereka lebih bergerak maju. Saat ini, sebagian besar teknologi yang dihasilkan Badan Litbang tersebut disosialisasikan dan dimasyarakatkan sesuai kebutuhan wilayah, kondisi biofisik dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Salah satu program Pemerintah Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) adalah mewujudkan Sumsel Lumbung Pangan. Hal ini didukung dengan tersedianya potensi sumber daya lahan yang cukup variatif, mulai dari lahan sawah irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, lebak dan lahan kering.
TEKNOLOGI PENGEMBANGAN BAWANG MERAH DI KAWASAN DANAU TOBAKawasan Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara terkenal tidak hanya karena panorama alamnya yang indah dan sejuk tetapi juga terkenal sebagai daerah penghasil “bawang merah”. Beberapa tahun belakangan sebelum BPTP Sumatera Utara hadir di daerah ini zaman keemasan bawang merah sudah memudar bahkan petani yang masih bertahan menggeluti bawang merah dapat dihitung dengan jari. Padahal agroekologi di daerah ini sangat bersahabat dan mendukung usahatani bawang merah.
Belakangan diketahui bahwa penyebab utama dari ketidak berhasilan petani bawang merah di daerah ini lebih disebabkan karena penggunaan bibit yang tidak berkualitas, bukan bibit unggul melainkan bibit lokal yang sudah turun temurun. Hal ini disebabkan karena kurangnya akses petani terhadap informasi dari luar.
Varietas Padi Unggulan Badan Litbang Pertanian
Padi, semua sudah tak asing lagi dengan jenis tanaman pangan yang satu ini. Bila sudah diubah menjadi beras, mungkin tidak terlihat lagi bagaimana bedanya dan hanya bisa dibedakan dari warna, rasa nasi, maupun aromanya.
Tahukah Anda, bahwa padi yang ditanam di areal persawahan di Indonesia mempunyai jenis yang beragam?. Informasi yang disajikan pada artikel ini, memuat beberapa varietas unggul baru (VUB) padi yang telah dilepas sepanjang tahun 2011.
Dusun Subak Berbasis Social-Industry of Agriculture “Meningkatkan Potensi Pertanian Bali dan Kesejahteraan Para Abdi Bumi Melalui Dusun Subak Berbasis Social-Industry of Agriculture”
Indonesia adalah salah satu negara agraris terbesar di kawasan Asia Tenggara. Enam puluh persen dari keseluruhan jumlah penduduk di Indonesia adalah petani. Sektor pertanian di Indonesia memegang andil besar dalam menyumbangkan devisa bagi negara.
“Kampoeng Ternak Domba” adalah suatu model pengembangan ternak domba berbasis sumberdaya lokal potensial, melalui introduksi teknologi bibit domba “Komposit Unggul Balitnak” sebagai langkah pendukung sumber pendapatan baru petani yang terintegrasi dengan tanaman hortikultura, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan (buffer zone management)
Usaha ternak domba telah banyak dilakukan oleh petani di pedesaan Indonesia sebagai upaya diversifikasi usaha pokok di bidang pertanian. Secara umum manajemen pemeliharaan masih bersifat tradisional, belum mengarah pada target pendapatan (terbatas pada usaha sambilan) dan belum menerapkan inovasi teknologi maupun kelembagaan.
Untuk meningkatkan kecintaan terhadap Inovasi teknologi pertanian, Badan Litbang Pertanian pada tahun 2011 ini menggelar lomba Karya Tulis Ilmiah. Lomba ini diikuti oleh Siswa-siswi tingkat Sekola Menengah Atas dari seluruh Indonesia.
Pada acara Pekan Pertanian Spesifik Lokasi (PPSL) yang digelar mulai tanggal 17-21 Nopember 2011, para pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah ini diumumkan. Berikut ini Karya Ilmiah para pemenang tersebut, adapun penyusunan letak tulisan tidak berdasarkan pada urutan juara, tetapi berdasarkan substansi materi:
POTENSI BAKTERI PEREDUKSI Cr(VI) UNTUK PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN DAN BIOREMEDIASI LOGAM KROMIUM
Pemakaian kromium sangat luas di kalangan industri, antara lain industri logam campuran, pelapisan logam, penyamakan kulit, pengawetan kayu, cat, tekstil dan sintesis bahan kimia. Kromium stabil dalam 2 valensi, berdasarkan urutan toksisitasnya dari rendah ke tinggi adalah Cr(III) atau trivalent dan Cr(VI) atau hexavalent. Cr(VI) diketahui bersifat teratogenik, mutagenik dan karsinogenik. Manusia dapat terpapar kromium melalui pernafasan, makanan atau minuman dan melalui kulit ketika kontak dengan kromium atau senyawa kromium. Menurut USEPA (2007) kadar Cr total dalam air minum maksimal 0,1 mg L-1. Sedangkan Cr(VI) status akut dan kronis untuk air bersih adalah 0.016 mg L-1 dan 0,011 mg L-1, untuk air buangan adalah 100 mg L-1.
Page 1 of 11







![]() | Hari Ini | 1863 |
![]() | Kemarin | 7162 |
![]() | Pekan Ini | 28783 |
![]() | Pekan Lalu | 46767 |
![]() | Bulan Ini | 176829 |
![]() | Bulan Lalu | 381448 |
![]() | Total | 3022433 |